maiwanews – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri bersikap hati-hati dalam menangani su demonstrasi besar 20 Oktober. Polisi diharap menangani demo setahun pemerintahan SBY itu dengan bijak.
“Kita berharap Polri bersikap hati-hati, profesional dan mengedepankan tindakan preventif dalam menghadapi aksi demo 20 Oktober 2010,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Netha S Pane di Jakarta, Selasa, 19 Oktober 2010.
Menurut Netha, sikap tersebut perlu diantisipasi oleh Polri untuk menjaga citranya, mengingat Kapolri baru belum dilantik sementara Kapolri lama sudah habis masa tugasnya.
“Masa transisi kepemimpinan Polri menjadi pelik jika terjadi hal-hal krusial atau kerusuhan massa dalam aksi demo tersebut,” kata Netha menjelaskan.
Netha mempertanyakan, siapa nantinya yang akan mengeluarkan komando dan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan polisi di lapangan nantinya. Menurut Netha, bisa menjadi tidak jelas.
Netha juga menyinggung soal legalitas kapolri lama yang sudah pensiun. “Apakah bisa Kapolri lama yang sudah pensiun dan ilegal kepemimpinannya sesuai UU No 2 tahun 2002?” kata Netha mempertanyakan.
Untuk itu, IPW mengimbau masing-masing Kapolda agar lebih mencermati dan mengantisipasi wilayah tugasnya masing-masing dengan ekstraketat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi demo akan berlangsung di berbagai kota dalam rangka 1 tahun kepemimpinan SBY. Bahkan mengemuka isu yang menyebutkan ada upaya penggulingan pemerintahan dalam demo itu.









