maiwanews – Penutupan Bandara Adisucipto Yogyakarta menyusul debu vulkanik Gunung Merapi yang sangat membahayakan menyebabkan 41 penerbangan ke kota Gudeg itu dibatalkan.
Pembatalah tersebut dilakukan sampai debu vulkanik yang menutup udara Yogyakarta mereda. Officer Incharge Bandara Soekarno-Hatta, Toto Murbantoko mengatakan, penerbangan menuju Yogyakarta ditunda hingga besok pagi.
“Seluruh penrbangan 41 flights, dari 6 airlines, dibatalkan berdasarkan penutupan Bandara Adisucipto dari hari ini hingga besok jam 06.00,” kata Toto di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat, 5 November 2010.
Akibat pembatalan, Toto mengatakan, sedikitnya 6000 orang penumpang menunda perjalanan mereka ke Yogyakarta dari Jakarta. Namun, Toto menambahkan, penerbangan menuju Solo dan Semarang normal.
Untuk mengganti kerugian penumpang tersebut, lanjut Toto, pihak maskapai biasanya menggembalikan uang tiket yang terbeli jika penumpang tidak bisa menunda perjalanannya hingga besok.
Penerbangan menuju Yogyakarta, kata Toto, lebih banyak dilayani maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Lion Air, dan Batavia Air dari terminal IA, IB, dan IC. Di tiga terminal itu, Toto menjelaskan, terdapat 15-20 penerbangan.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Merapi yang masuk ke RS Sardjito Yogyakarta hingga pukul 12.45 WIB, teah mencapai 58 orang. Hampir seluruh korban tewas dalam keadaan hangus.
Selain itu, sedikitnya 47 orang dinyatakan hilang. Angka tersebut didasarkan pada laporan keluarga masing-masing yang disampaikan ke RS Sardjito Yogyakarta.









