KPI: Hentikan Tayangan Infotainment ‘Silet’ Mulai Selasa

siletmaiwanews – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya dengan tegas meminta tayangan ‘Silet’ di RCTI dihentikan. Batas waktu penghentian infotainment itu sampai status ‘Awas’ Merapi dicabut. Penghentian terhitung sejak Selasa, 9 November 2010.

“Kita meminta penghentian sementara tayangan ‘Silet’,” kata Ketua KPI Dadang Rahmat dalam jumpa pers di Kantor KPI, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin, 8 November 2010.

Dadang mengatakan, permintaan tersebut harus dipatuhi oleh pihak ‘Silet’, karena jika tidak, ada sangsinya. “Kalau tidak dipatuhi akan ada konsekuensi lain, tergantung bagaimana mereka melaksanakannya,” kata Dadang.

Dadang mengatakan, tayangan ‘Silet’ terbukti telah menimbulkan keresahan masyarakat yang berada di Yogyakarta. Buktinya, kata Dadang, dalam hitungan satu hari sejak tayangan itu muncul, KPI telah menerima 1.128 pengaduan dari masyarakat.

“Di beberapa tempat (di Yogyakarta) akibat tayangan tersebut juga sempat membuat warga eksodus,” kata Dadang menambahkan.

Dalam tayangan edisi Minggu (7/11) di RCTI, Silet menayangkan ramalan akan terjadi letusan dahsyat Gunung Merapi pada tanggal 8 November. Dalam acara yang dibawakan presenter Fenny Rose tersebut, infotainment itu juga membuat pernyataan yang akhirnya menuai kecaman seperti menyebut Yogyakarta adalah kota malapetaka.

Menyadari telah melakukan kesalahan menayangkan informasi yang meresahkan warga yang terkena becana di Yogyakarta, redaksi Silet kemudian membuat permohonan maaf yang juga ditayangkan di RCTI secara berulang-ulang.

“Segenap tim redaksi Silet memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas pemberitaan Silet edisi 07 November 2010 yang memuat ramalan dan pesan berantai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang prediksi Merapi. Simpati dan doa kami untuk seluruh korban bencana,” demikian bunyi permintaan maaf tersebut.

BERITA LAINNYA

.