Bojonegoro – Konflik Ditubuh GP Ansor Bojonegoro mendapat perhatian pimpinan GP Ansor Jatim Saifullah Yusuf atau yang sering disapa Gus Ipul. Disela-sela menghadiri wisuda di STAI Sunan Giri Bojonegoro, Sabtu (13/11) siang, Gus Ipul menyatakan belum ada pimpinan GP Ansor Bojonegoro yang definitif, termasuk kepemimpinan Hasan Bisri yang terpilih dalam proses Konfercab beberapa waktu lalu.
Gus Ipul yang menjabat sebagai Wagub Jatim mengatakan pihaknya masih mempelajari masalah kejadian yang berkecamuk di tubuh Ansor Bojonegoro. Apabila permasalahan tersebut telah selesai dipelajari, nantinya akan dibahas bersama PP Jatim.
“Saya belum memutuskan sekarang, karena masih kita pelajari,” kata Gus Ipul selaku Ketua PP GP Ansor. Diterangkan, apabila semua masalah yang ada, dipastikan dapat diselesaikan dengan jalur yang sebenarnya. Dan di Ansor itu sangat mudah apabila terjadi konflik. Seperti diketahui setelah turunnya SK karateker, beberapa pihak menggelar konfercab dengan cara diam-diam.
Bahkan, pihak PCNU Bojonegoro ditinggal dan tidak diajak koordinasi hingga mengeluarkan rekomendasi ilegal terhadap hasil konfercab tersebut. Selain itu, tembusan surat juga dikirim ke PBNU dan PP GP Ansor.
Ditanya mengenai pemberian SK Karateker ? Gus Ipul membenarkannya. Apabila SK itu dirinya yang mengeluarkan dan menandatangani. “Tetapi, proses pelaksanaan seharusnya melalui prosedur yang ada, “ tambahnya. Hal itu yang nantinya akan diteliti lebih lanjut dan pihaknya ingin segera bisa dituntaskan. Beberapa pihak-pihak yang berselisih juga akan dipertemukan.
Sedangkan PCNU mengeluarkan statemen keras atas konflik dalam Ansor Bojonegoro. Dengan tegas, Rois Syuriah PCNU Bojonegoro KH Misbah Syakur mengaku terkejut dengan keberadaan Konfercab yang diam-diam.
Dikarenakan dalam prosesnya tidak ada pemberitahuan pengenai kim karateker yang ditunjuk sesuai dengan SK PP GP Anshor dan ditandatangani Gus Ipul. “Yang pasti, Konfercab Ansor belum lama ini termasuk illegal dan tidak dibenarkan, “ kata Ketua Tanfidz PCNU Bojonegoro Wasis Hasyim.
Diterangkan, pada rapat NU telah dikeluarkan beberapa
rekomendasi, yang intinya untuk pembentukan pengurus Ansor sesuai dengan mekanisme yang ada. “Seharusnya, jika ada Konfercab, maka kami diberitahukan dan diajak koordinasi, “ jelas Wasis.memet
.









