Fuad Usul Koruptor Dihukum Lebih Berat dari Teroris

fuad-bawazirmaiwanews – Mantan Menteri Keuangan Indonesia Fuad Bawazir mengusulkan agar koruptor mendapat hukuman lebih berat dari teroris. Alasannya, akibat dari kejahatan yang dilakukan para koruptor lebih besar dibanding dengan teroris.

“Paling setuju kalau koruptor dihukum mati, ini lebih berat dari teroris. Lebih baik berikan hukuman mati kepada koruptor daripada teroris. Ini yang seram, karena membuat kita menderita terus,” kata Fuad.

Pendapat tersebut disampaikan Fuad Bawazir di sela diskusi yang diberi judul  ‘Makelar Kasus, Mafia Peradilan dan Politik Hukum Penguasa, Mensikapi Fenomena KS dan Gayus’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 14 November 2010.

Fuad menyampaikan perndapat itu setelah melihat tersangka kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan yang dapat bepergian meninggalkan rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dengan mudah setelah menyuap sembilan petugas rutan.

Fuad juga menyebut Gayus sebagai seorang super, karena dia dapat memperdaya anggota polisi dengan uang. Menurutnya, Gayus juga sudah menunjukkan kesuperannya saat dia masih menjadi pegawai Ditjen Pajak.

Fuad bahkan meragukan kesungguhan penanganan kasus keluarnya Gayus dari rutan ini oleh lembaga penegak hukum. Karena menurutnya, kredibilitas Polri dan Kejaksaan Agung saat ini masih bermasalah. Apalagi ditambah dengan melihat Jaksa Cirus Sinaga saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat rencana tuntutan (Rentut).

“Siapa nih yang mau mengusut? Lha wong jaksa bermasalah, polisi bermasalah, KPK  sedang lumpuh atau setengah lumpuh. Jadi memang ini benar-benar dilema. Tapi gerakan KPK masih mendingan dibanding yang lain saya kira begitu,” kata politisi dari Hanura ini.

BERITA LAINNYA

.