Ginanjar: Di Indonesia, Disuruh Beli Produk Lokal Susah

ginanjar-kartasasmitamaiwanews – Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ginandjar Kartasasmita mengatakan, sudah saatnya pemerintah mengambil langkah nyata dalam melindungi produksi dalam negeri.

Ginanjar mengatakan, di Indonesia, susah sekali mengajak orang untuk membeli produk dalam negeri. ”Di Indonesia, disuruh membeli produk dalam negeri susah sekali,” kata Ginandjar pada sebuah seminar nasional ICMI di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Ginandjar, selama ini Indonesia dikenal sebagai bangsa pembeli, bukan sebagai bangsa penjual. Oleh karena itu, menurutnya, sekarang sudah saatnya produksi dalam negeri dilindungi.

Caranya menurut Ginanjar, pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) berperan sebagai pembeli utama semua produksi dalam negeri. Ini bisa dilakukan dan tidak melanggar ketentuan Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) soal perdagangan bebas.

Ginandjar mencontohkan, ketika dirinya menjadi Menmud UP3DN/Ketua BKPM, pemerintah sengaja memproteksi pengusaha nasional. ”Dulu, pengusaha seperti Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, dan Abdul Latief, pernah menikmati kebijakan tersebut,” kata Ginanjar.

Ginanjar melanjutkan, sekarang mereka sudah menjadi pengusaha besar. Namun menurutnya, mungkin sekarang pengusaha nasional tidak perlu lagi diproteksi, tetapi pemerintah/BUMN berfungsi sebagai pembeli besar produksi dalam negeri.

Ginanjar juga mengusulkan, untuk meningkatkan mutu produksi dalam negeri tersebut, bisa dilakukan dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).