Niniek Sejak Awal tak Setuju FFI Hanya Pakai RCTI

ffi-2010maiwanews – Mantan Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2010, Niniek L Karim menyampaikan sikapnya bahwa sejak awal dirinya tidak setuju jika FFI hanya memakai RCTI saja sebagai media partner.

“FFI kan ajang untuk masyarakat luas, harusnya bukan hanya dicover di satu media saja,” kata Ninik di sela penyampaian pengunduran dirinya sebagai ketua penyelenggara FFI pada wartawan di Kantor Komite FFI, Gedung Film, Jakarta, Jumat, 3Desember 2010 malam.

Ketidak setuan Niniek tersebut makin membesar ketika penayangan ajang FFI ternyata hanya ditempelkan atau menumpang saja pada sebuah program rutin yakni acara ‘Dahsyat’ yang ditayangkan RCTI.

“Ini penghargaan bergengsi, jadi harus menjadi acara utama juga. Nah, waktu itu saya masih negosiasi tentang hal ini. Tetapi, pihak RCTI belum memberikan jawaban keputusannya, sampai saya pergi meninggalkan Batam,” kata Niniek.

Dalam kesempatan itu, Niniek juga mengklarifikasi ketidakhadirannya dalam acara pengumuman nominee FFI di Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 28 November 2010. Niniek mengakui dirinya memang tidak hadir pada acara itu seperti yang diberitakan media.

Namun Niniek beralasan, hal itu terjadi karena pada tanggal tersebut (28/11) ia sudah ada acara perkawinan kerabat saya di Surabaya. Dijelaskan Nniek, bentrok jadwal itu dikarenakan RCTI sebagai media partner FFI memajukan acara pengumuman Nominee itu.

“Sebelumnya rencananya pengumuman Nominee baru dilaksanakan 4 Desember, eh dimajukan jadi tanggal 28. Ya saya sudah ada jadwal menghadiri pernikahan kerabat pada tanggal itu, sehingga tidak bisa hadir di acara pengumuman itu,” kata Niniek.

Terkait pengunduran dirinya sebagai Ketua Komite FFI, Niniek beralasan, dirinya tidak bisa melaksanakan tugas yang diinginkan khalayak film untuk menjadikan FFI menjadi rumah yang hangat bagi insan perfilman Nasional. Ia mengaku, dirinya tidak cocok berada di dunia film, jadi  harus mundur.

“Saya merasa gagal memenuhi harapan dibebani oleh kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalaui BP2N,” kata aktris pemeran dalam film Pacar Ketinggalan Kereta dan film Ibunda yang juga dosen di UI itu.