maiwanews – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan, rencana pelebaran Jalan Gatot Subroto menuju Pancoran segera direalisasikan tahun depan. Pelebaran itu untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan itu.
“Di depan hotel Crown akan dilebarkan, sebagai prioritas utama Pemda DKI. Tidak menunggu 2012, tapi 2011 pasti akan kita lebarkan,” kata Fauzi Bowo di kantor Gubernur DKI Jakarta, Senin, 20 Desember 2010.
Menurut Foke, panggilan Fauzi Bowo, melalui pelebaran jalan hingga tujuh meter tepat di depan Plaza Semanggi, titik kemacetan Jalan Gatot Subroto dari Grogol menuju ke arah ke Pancoran, Jakarta Selatan, dapat terurai.
Dikataan Foke, upaya pelebaran itu terkendala pada gardu PLN yang letaknya di pinggir jalan Gatot Subroto. Hingga saat ini, pihak Pemprov DKI belum menemukan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut.
Selain gardu PLN yang harus dipindahkan, kata Foke, juga akan diubah struktur jembatan penyeberangan yang ada di depan Plasa Semanggi. Menurutnya, tiang jembatan harus dimundurkan, untuk kemudian disesuaikan dengan lebar jalan hasilpelebaran.
Namun selaian kemacetan di kawasan Semanggi yang dikatakan Foke, kemacetan lain masih di terusan JL Gatot Subroto yakni di Jl MT Haryono, sebuah titik kemacetan bahkan tidak kalah parahnya, terjadi setiap hari di hampir setiap jam sibuk.
Titk tersebut berada di kawasan Pacoran. Menurut pantauan maiwanews, kemacetan parah dikawasan itu salah satu penyebab utamanya adalah penyempitan jalan persis di depan Direktorat Lalu Lintas dari arah Semanggi ke arah Cawang.
Penyempitan drastis jelas terlihat dari trotoar yang mencolok ke jalan, dan di tengahnya terpancang dengan kokoh sebuah tiang billboard iklan dengan diameter cukup besar. Apalagi semenjak jalan layang dibangun, menyisakan hanya dua jalur mobil di sisinya.
Kemacetan di titik tersebut, berdampak besar pada kemacetan panjang jalur memutar melalui kolong dari arah Cawang, kemacetan di jalur dari Semanggi ke arah Cawang dan kemacetan dari arah Manggarai menuju Pasar Minggu dan Cawang.









