maiwanews – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan akan meraup dana publik berkisar antara Rp 9,3 triliun hingga Rp 14,4 triliun dari 2.336.838.591 lembar saham baru yang diterbitkan dengan harga penawaran Rp 4.000-6.500 per lembar.
Dalam prospektus yang dipublikasikan Selasa 28 Desember 2010, dana hasil PUT ini rencananya akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, yakni untuk mendukung pengembangan usaha dan pertumbuhan kredit.
Rencananya, saham baru ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 14 Februari 2011. Bagi pemegang 8.985 lembar saham lama yang namanya tercatar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru pada harga Rp 4.000-Rp6.500 per lembar saham. HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai peraturan Bapeoam IX.D.1 selama 5 hari bursa dari 14 Februari hingga 21 Februari 2011.
Namun sebagai pemegang saham Bank Mandiri, Pemerintah Indonesia tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya yang tercatat sebanyak 1.558.152.476 lembar dalam penawaran umum terbatas (PUT) ini.
Selanjutnya, Pemerintah RI akan mengalihkan HMETD yang dimilikinya kepada Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas selaku agen penjual yang ditunjuknya. Saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut akan dijual melalui penawaran terbatas.









