Menlu Bahas Peran ASEAN di Kawasan dan Global

amm-retreat-from-depluHari terakhir ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat tanggal 17 Januari 2011 di Lombok, NTB, memfokuskan pembahasan pada East Asian Summit (EAS) dan masa depan Komunitas ASEAN. Para Menlu ASEAN bertukar pikiran mengenai bentuk dan upaya agar ASEAN menjadi driving force dalam EAS. Hal itu disampaikan Menlu Dr. RM. Marty M. Natalegawa dalam konferensi pers usai menutup AMM Retreat.

Para Menlu juga membahas upaya menampilkan Komunitas ASEAN di tingkat global. Mereka memiliki kesamaan pandangan bahwa dunia mulai mengakui peran ASEAN dalam berbagai masalah global. Namun, ke depan peran tersebut perlu lebih dikonsolidasikan lagi. Menlu Marty menyampaikan peran tersebut akan terus diperkuat melalui gagasan penyusunan cetak biru Komunitas ASEAN 2022. “Tentunya, apabila para Kepala Negara/Pemerintah ASEAN memberikan arahan yang sama,” demikian ditegaskannya.

Dalam pertemuan tersebut para Menlu juga menyampaikan kepedulian dan rasa simpati atas bencana yang terjadi di sejumlah negara seperti Australia, Brazil dan Sri Lanka. Selain itu dinyatakan juga bahwa ASEAN siap membantu negara-negara tersebut.

Meskipun bersifat informal, namun dalam pertemuan AMM Retreat ini, menurut Menlu Marty, prioritas Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011 tercermin dalam setiap pembahasan. Indonesia menginginkan agar tiga priortias dapat dicapai, yaitu: memajukan Komunitas ASEAN 2015, terus terpeliharanya situasi kawasan yang kondusif dan peranan baru Komunitas ASEAN pasca 2015 di tingkat global. Menlu Marty menjelaskan bahwa AMM Retreat ini menghasilkan dokumen yang akan mencerminkan program of action bagi kegiatan-kegiatan ASEAN hingga akhir 2011.

Pada penyelenggaraan EAS Oktober 2011 nanti, Indonesia akan fokus pada isu geopolitik secara menyeluruh. Pemfokusan pada isu ini, menurut Menlu Marty, diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya memelihara situasi kawasan yang damai, aman dan sejahtera. “Dalam waktu dekat, Menlu-menlu ASEAN akan bertemu kembali untuk membahas EAS baik dari sisi agenda, tingkat partisipasi maupun substansi,” tambahnya. (Dit.Infomed/Yo2k Deplu)