maiwanews – Hingga saat ini, sedikitnya 40% kebutuhan garam nasional masih dipenuhi dari garam impor. Padahal sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia.
Hal itu disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara ‘Kick Off Meeting Penyusunan Masteplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025″ di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin 7 Februari 2011.
Hatta mengatakan, berbagai daerah di Indonesia sebenarnya mempunyai potensi keunggulan industri garam yang bisa dikembangkan. Dicontohkan Hatta seperti NTT, daerah tersebut bisa menjadi pusat garam nasional.
“Kita masih impor garam. Kita harus mengembangkan potensi itu menjadi sebuah realisasi pengembangan pusat garam kita,” kata Hatta yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Karena itu menurutnya, pemerintah berencana mengembangkan koridor ekonomi yang juga berpotensi mengembangkan pusat industri garam nasional.
Untuk mengembangkan investasi dan ekonomi di daerah itu, kata Hatta, pemerintah tengah membentuk enam koridor ekonomi. Keenam koridor itu adalah Sumatera Timur, Pantai Utara Jawa, Kalimantan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat, dan Papua.
Keenam koridor ini menurutnya, akan mengembangkan keunggulan industri di daerah tersebut. Ini juga sebagai upaya untuk memperluas pengembangan ekonomi daerah yang ditargetkan akan dilakukan hingga 2025.









