Hubungan bilateral Indonesia – Mesir telah dibangun sejak lama. Negara di Timur Tengah ini memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia pada 18 November 1946. Dibidang ekonomi, kedua negara telah menyepakati sejumlah perjanjian.
Beberapa perjanjian Indonesia – Mesir bidang ekonomi diantaranya adalah:
- Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the United Arab Republic for Air Services between and beyond their respective territories (11 Agustus 1964)
- Agreement on the Promotion and Protection of Investment (19 Januari 1994)
- Trade Agreement (23 Juni 1997)
- Agreement on the Avoidance of Double Taxation and the Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income (13 Mei 1998)
- Memorandum of Understanding (MoU) between Central Bank of Egypt and Bank Indonesia (14 Mei 1998)
- MoU on Small and Medium Enterprises Cooperation (17 Juni 2000)
- MoU on Development of Syari’ah Financing Schemes for Small and Medium Enterprises in Indonesia (10 Agustus 2004)
- MoU on Veterinary Services and Quarantine Cooperation (18 Juni 2005)
Untuk lebih meningkatkan kerjasama, kedua negara memiliki forum Sidang Komisi Bersama (SKB) atau Joint Commission pada tingkat Menteri, di mana sidang terakhir (kelima) komisi itu telah berlangsung di Jakarta, 3-4 April 2007. Pada SKB tersebut, kedua negara telah menandatangani sebuah umbrella agreement, yaitu Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Arab Republic of Egypt on Economic and Technical Cooperation yang selanjutnya diikuti oleh penandatanganan tiga buah nota kesepahaman, yaitu:
- Memorandum of Understanding Between the National Standardization Agency of the Republic of Indonesia and the Egyptian Organization for Standardization and Quality of the Arab Republic of Egypt on Standardization Cooperation.
- Memorandum of Understanding Between the National Agency for Export Development (NAFED) of the Republic of Indonesia and the General Organization for International Exhibition and Fairs (GOIEF) of the Arab Republic of Egypt on Cooperation in Exhibitions and Fairs.
- Memorandum of Understanding Between the Batam Industrial Development Authority (BIDA) of the Republic of Indonesia and the General Authority for Investment and Free Zones (GAFI) of the Arab Republic of Egypt on Free Zone Cooperation.
Dalam hal aktifitas ekonomi, hubungan Indonesia-Mesir dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Di bidang Investasi, Indonesia lebih banyak melakukan investasi skala besar di Mesir, seperti investasi yang dilakukan oleh Indorama di sektor tekstil dengan nilai investasi sebesar USD 30.72 juta pada 2007, Kedaung Industrial Group berinvestasi sebesar USD 100 Juta pada tahun 2008 dengan mendirikan sebuah pabrik kaca dengan nama Pyramid Glass di kawasan Borg El-Arab Alexandria, dan investasi di bidang produk makanan dengan berdirinya pabrik Indomie di kawasan Badr City yang telah beroperasi sejak akhir 2009.
Di bidang kerjasama teknik, Indonesia dan Mesir saling menawarkan dan memanfaatkan berbagai program unggulan masing-masing: Indonesia di bidang micro finance dan penyuluhan pertanian, sedangkan Mesir di bidang pertanian, perikanan dan peternakan. Selain itu, kedua negara banyak bertukar pengalaman dan informasi melalui berbagai interaksi yang dilakukan oleh para pejabatnya dalam sejumlah kunjungan. Di bidang ketenagakerjaan, saat ini Mesir banyak didatangi oleh tenaga kerja profesional dari Indonesia yang berkecimpung di berbagai sektor, terutama di sektor perminyakan, pariwisata dan industri. Di luar itu semua, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Mesir juga tidak hanya dilakukan melalui forum bilateral, tetapi juga melalui berbagai forum regional dan multilateral seperti WTO, G-15, D-8, AMED dan OKI.
Begitu pula dengan perdagangan, Indonesia dan Mesir mengalami tren kenaikan pertukaran dagang pada beberapa tahun terakhir. Total perdagangan kedua negara pada tahun 2008 dibandingkan tahun 2003 mengalami kenaikan drastis sebesar 500% dengan kenaikan ekspor Indonesia sebesar 464% dan kenaikan impor dari Mesir sebesar 682%.
Peluang kerja sama ekonomi Indonesia dengan Mesir, khususnya di bidang investasi dan perdagangan masih terbuka lebar karena didukung oleh beberapa faktor, antara lain:
- Posisi geo-strategis Mesir dengan keberadaan terusan Suez yang menjembatani Asia, Afrika dan Eropa.
- Jumlah penduduk hampir 83 juta (terbesar di Timur tengah dan kedua di Afrika) dengan pendapatan per kapita sekitar USD 5.800 (berdasarkan purchasing power parity – PPP).
- Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi 7,1 % (2006-2007), 7,5 % (2007-2008) dan bahkan pada masa krisis (2008-2009) Mesir berhasil mencapai pertumbuhan 4,5%, sehingga dari tahun ke tahun daya beli masyarakat Mesir terus meningkat dan jumlah kalangan menengah semakin tumbuh.
- Sebagai gerbang untuk mengakses berbagai pasar di kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah dan bahkan Amerika Serikat, Mesir memiliki berbagai kesepakatan perdagangan bebas dengan berbagai pihak, antara lain:
- COMESA (Common Market for Eastern and Southern Africa Agreement)
- Agadir Agreement (negara-negara Arab di kawasan Laut Tengah)
- Greater Arab Free Trade Area
- Pan Arab Free Trade Area
- FTA dengan Turki
- EFTA (FTA dengan Islandia, Lichtenstein, Norwegia dan Swiss)
- Egypt – EU Partnership
- Skema Qualifying Industrial Zone dengan AS (produk mesir dapat masuk ke Amerika Serikat tanpa bea masuk selama mengandung komponen dari Israel sebanyak 11.7%)
Secara tradisional, produk utama Indonesia yang masuk ke pasar Mesir adalah minyak kelapa sawit, serat dan benang, produk kertas, plywood, kopi, sabun, pecah belah, pakaian jadi, mebel, bahan kimia, kapas, tetes tebu, dan produk karet seperti ban. Adapun produk utama Mesir yang diimpor Indonesia antara lain adalah fosfat, kapas, tetes tebu, pupuk kimia, kurma dan buah-buahan, karpet, produk tekstil dan benang katun. Dalam dua tahun terakhir, upaya diversifikasi telah berhasil menambah jenis komoditi ekpor Indonesia ke Mesir dengan masuknya alloy wheel, car battery, office furniture, wooden & rattan furniture (indoor & outdoor), paper products, toilet tissue paper, baby care product, skincare, beauty soap, shampoo, tooth paste, herbal cosmetics, food stuff, glassware, plastic ware, salt dan handicraft.
Dengan kenaikan pertukaran dagang yang pesat, Mesir telah menjadi salah satu pasar non-tradisional terbesar bagi produk-produk ekspor Indonesia yang dapat dilihat dari besarnya total perdagangan Indonesia-Mesir pada 2008 yang mencapai hampir USD 1,1 miliar. Total nilai perdagangan kedua negara tersebut telah melampaui target total perdagangan tahun 2010 sebesar USD 1 miliar yang pernah dicanangkan dalam SKB Indonesia-Mesir kelima pada 2007. Hal ini dapat terlihat pula dalam Trade Expo Indonesia (TEI) pada 2008 dan 2009 yang berhasil mencatat transaksi antara pengusaha Mesir dan Indonesia masing-masing dengan nilai USD 28,47 juta dan USD 24,4 juta yang menempatkan Mesir sebagai mitra dagang non-tradisional terbesar Indonesia dalam kedua TEI tersebut. (Kemlu)
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Prabowo-Macron Gelar 'Tete-a-Tete', Pererat Hubungan Diplomatik Indonesia–Prancis
Prabowo & Li Qiang Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok
Prabowo Tegaskan Komitmen Penguatan Kemitraan Indonesia–Thailand
Bertemu Prabowo, Bill Gates Puji Komitmen Indonesia dalam Kesehatan dan Pertanian









