Menteri Luar Negeri Mesir, Aboul Gheit, kepada Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda, 10 Februari waktu Kairo menyampaikan bahwa pihaknya akan bertanggung atas kesejahteraan dan keamanan anak-anak Indonesia di Mesir.
“Anak-anak Indonesia adalah anak-anak kami juga, oleh karenanya kesejahteraan dan keamanan mereka menjadi tanggungjawab kami,” kata Gheit.
Pada pertemuan itu, Hassan Wirajuda yang juga merupakan utusan khusus Presiden menyampaikan surat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Hosni Mubarak.
Surat SBY ini adalah bentuk kepedulian Indonesia kepada Mesir yang merupakan sahabat dekat indonesia. Surat tersebut salah satunya berisi kesediaan Indonesia untuk menjadi mitra konsultasi Mesir dalam menghadapi perubahan yang terjadi di dalam negeri Mesir. Menlu Mesir menyambut baik tawaran Indonesia tersebut.
Smentara itu, sehari sebelumnya Grand Syeikh Al-Azhar kepada Wirajuda menyatakan bahwa pihaknya menyayangkan evakuasi pemerintah terhadap WNI dari Mesir. Di sisi lain, disampaikan pula penghargaannya kepada para mahasiswa yang memutuskan untuk tetap tinggal dan meneruskan belajar di Mesir. Kepada mereka, Syeikh Al-Azhar menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bertanggungjawab kepada keselamatan dan keberlangsungan belajar mereka di Mesir.
Menanggapi Syeikh Azhar, Hassan Wirajuda menjelaskan bahwa “pemerintah Indonesia bukan memulangkan, tapi mengevakuasi sementara akibat keadaan darurat di Mesir, dan bila keamanan sudah pulih, mereka akan kembali lagi untuk melanjutkan kuliah.” (KBRI Cairo)









