Jaga Stablitas Market, Telkomsel Bentuk Komunitas Outlet

logo-telkomselSURABAYA– Banyak cara dilakukan Telkomsel untuk terus menjaga pasarnya. Berbagai model dan strategi pemasaran terus dipraktikkan untuk bisa memenangi persaingan. Salah satunya dengan membentuk komunitas outlet atau mitra penjualan yang dimiliki oleh kaum perempuan.

Selain itu, operator telekomunikasi terbesar keenam di dunia ini juga menggandeng para istri pemilik outlet untuk diajak bergabung dalam satu komunitas.

Manager Sales Outlet Operation Telkomsel Metro Surabaya, Roeswandi, mengatakan, komunitas outlet perempuan ini dibentuk untuk menguatkan penetrasi pasar Telkomsel, khususnya di kalangan pelanggan perempuan.

”Pelanggan perempuan adalah segmen pelanggan yang sangat besar. Dengan menggandeng outlet perempuan, Telkomsel bisa semakin kuat melakukan penetrasi ke pasar perempuan,” ujar Roeswandi di sela-sela acara Moment Valentine Telkomsel bersama komunitas outlet di Plasa BRI, Surabaya.

Saat ini, jumlah outlet Telkomsel di Jatim sudah mencapai 55.000 unit, di mana 30% di antaranya dimiliki oleh pengusaha perempuan. “Outlet adalah ujung tombak penjualan dan kinerja bisnis kami. Jadi, dengan menggandeng outlet, otomatis kami bisa lebih mudah menguasai pasar,” ujarnya.

Manager Corporate Communications Telkomsel Area Jawa-Bali Sri Ambar Yusmeniwati menambahkan, untuk pelanggan perempuan, Telkomsel mempunyai sejumlah strategi pasar yang spesifik. ”Salah satunya lewat penyajian fitur-fitur yang bisa menjawab kebutuhan pelanggan. Dalam konteks pasar perempuan, Telkomsel mempunyai layanan Dunia Wanita,” ujarnya.

Mbak Menik, sapaan akrab Sri Ambar Yusmeniwati mengatakan, dunia Wanita adalah layanan one stop info service untuk mengakses info dan data terkait perempuan. Layanan konten dunia perempuan ini menyajikan tren terbaru seputar belanja, fesyen, dan info perjalanan.

”Berbagai tips dan trik praktis untuk pelanggan perempuan tersedia, mulai dari kecantikan, pendidikan anak, penanganan penyakit, hingga tips memasak dari Farah Quinn ada di layanan ini,” jelasnya.

Dia menuturkan, sejauh ini pengguna layanan semacam Dunia Wanita masih didominasi oleh pelanggan-pelanggan di wilayah perkotaan. Ke depan Telkomsel akan terus mempromosikan keberadaan layanan tersebut agar bisa diakses oleh lebih banyak kalangan.

”Kami ingin persangan antaroperator bukan hanya perang tarif, tapi bagaimana layanan operator bisa useful bagi konsumen. Saat ini bentuk layanan bernilai tambah (value added services/VAS) seperti Dunia Wanita sangat beragam, sehingga mungkin sedikit menyulitkan konsumen. Ke depan rencananya kita ringkas dalam satu induk dan pelanggan tinggal memilih layanan mana yang mau diambil,” tukasnya. (doni sujito)

BERITA LAINNYA

.