WC Aloon-aloon Bojonegoro .’Menguap’

BOJONEGORO – Fasilitas umum (fasum) berupa WC di aloon-aloon Kota Bojonegoro, nampaknya menjadi konsep penting dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain taman dan area bermain anak yang kian hari terasa manfaatnya.

Di sisi lain, fasilitas WC umum yang berada di situ, tiap hari terus ‘menguap’ timbulkan bau tak sedap. Bukan lantaran tinjanya yang mampet, namun lebih pada sistem pengelolaannya yang tak transparan.

Sejumlah sumber di lingkup pemkab setempat menyebutkan, pengelolaan fasilitas WC umum tidak jelas. Diduga, teribusinya menguap sejak kali pertama tempat itu dibangun sekitar tiga tahun lalu.

“Meski jumlahnya tidak besar, setahunnya dari WC umum tersebut peroleh pendapatan sekitar Rp 6 juta. Namun, retribusi tersebut kami duga tidak pernah disetorkan ke kas pemkab alias masuk pendapatan asli daerah (PAD),” ungkap sejumlah LSM di kota berjuluk Bumi Anglingdarma atau Kota Ledrea tersebut.

Dari hasil ‘kasak-kusuk’ dengan sejumlah petinggi di jajaran Pemkab Bojonegoro, diperoleh keterangan jika pengelolaan WC umum tersebut ditangani sendiri oleh seorang oknum.

Mestinya, kata mereka, segala fasilitas umum yang ada harus ditenderkan. Persoalannya, biar ada transparansi.

“Jangan dilihat dari nominal nilai yang ada. Tapi, prosedur dan sistemnya harus jelas dan terbuka,” tegas Ketua LSM Lembaga Peduli Masyarakat Bojonegoro, Sukisno, yang dihubungi melalui ponselnya, Rabu ( 23/2/2011).

Sementara itu, Kasi Pertamanan Dinas Keberrsihan dan Pertamanan (DKP) Bojonegoro, Mahmudi, yang membawahi langsung fasum WC di aloon-aloon tersebut, ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi tidak diperoleh jawaban. (LEA)

BERITA LAINNYA

.