maiwanews – Terdakwa kasus teroris, Abu Bakar Ba’asyir menuding Komjen Pol Gories Mere telah melakukan rekayasa terhadap kasus yang melibatkannya melalui Detasement Khusus (Densus) 88. Sementara Densus 88 dibiayai oleh Australia dan Amerika.
Ba’asyit menyebut, Densus 88 mempunyai pasukan khusus yang disebut Satgas Antibom. “Satgas Antibom didominasi polisi-polisi Kristen di bawah komando Gories Mere. Pembentukan dan operasi dibiayai Fir’aun Amerika dan Australia,” kata Abu Bakar Ba’asyir.
Hal tersebut diungkapkan Abu Bakar Ba’asyir saat membacakan eksepsinya dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis 24 Februari 2011.
“Densus 88 hakikatnya adalah alat Fir’aun Amerika dan Australia yang misinya adalah memberantas dan menghabisi para pejuang penegak syariat Islam dan mujahidin di Indonesia dengan rekayasa kotor memerangi teroris,” kata Ba’asyir dengan tegas.
Meski saat ini telah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN), namun Komjen Pol Gories Mere masih terlibat dalam operasi terorisme seperti dalam menggerebekan teroris di Medan bulan September tahun lalu.
.









