Muntahan Lumpur Sidoarjo Berlanjut Hingga 26 Tahun

IMG_1714Para ilmuwan dalam Journal of Geological Society (berbasis di London) memprediksi muntahan gas dan lumpur Sidoarjo masih berlanjut hingga 26 tahun kedepan.

Sejak 29 Mei 2006 Sidoarjo Jawa Timur harus menghadapi ganasnya lahar vulkanis, setidaknya 40.000 orang mengungsi karena rumah dan kampung halamannya tertimbun lumpur.

Prediksi ilmuwan dalam Journal of Geological Society dilakukan dengan menggunakan simulasi komputer, didasarkan pada kegiatan seismik dan pelepasan gas yang kadang-kadang terjadi.

Mereka mengatakan lahar vulkanis akan terus meletus dan lambat laun melemah sampai tahun 2037. Pemerintah Indonesia dan para pakar terus mempedebatkan penyebab letusan itu.

Para pejabat mengatakan gempa bumi mengakibatkan letusan vulkanis itu sementara tidak sedikit yang mengatakan bencana itu disebabkan keteledoran sebuah proyek pengeboran oleh Grup Lapindo.

Sejumlah ilmuwan Rusia dari Russian Institute of Electro Physics dipimpin Dr. Sergey V. Kadurin pada tahun 2010 lalu menyimpulkan bencana lumpur Sidoarjo akibat langsung dari pengaktifan kembali gunung lumpur tua yang terjadi akibat dari serangkaian kegiatan seismik. (voa/vivanews/aso)