Pertamina Impor Premium 10 Juta Kiloliter

logo pertaminamaiwanews – Akibat rendahnya produksi bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, Pertamina terpaksa harus melakukan impor (BBM) jenis premium sebesar 10,28 juta kiloliter (KL) dan pertamax sebesar 4,23 juta KL.

“Kalau produksi avtur itu lebih dari kebutuhan, jadi masih aman. Tapi untuk premium dan solar, permintaannya masih di atas kapasitas produksi,” kata Direktur Utama (Dirut) Pertamina Karen Agustiawan.

Hal tersebut diungkapkan Karen Agustiawan ketika menghadiri rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 7 Maret 2011.

Karen menjelaskan, berdasarkan rencana kerja perseroan di 2011, kebutuhan konsumsi premium di dalam negeri mencapai 22,05 juta KL, lalu solar 21,2 juta KL. Namun untuk premium, katanya, kapasitas produksi di dalam negeri hanya 10,58 juta KL sehingga ada kekurangan yang harus dipenuhi lewat impor.

Dikatakan Karen, volume impor premium adalah sebesar 10,28 juta KL, semntara pertamax sebesar 4,23 juta KL. Dengan impor sebesar itu, kata Karen, total pasokan premium dari impor ditambah pasokan dari dalam negeri, menjadi sebesar  20,86 juta KL, dan pertamax menjadi sebesar 4,69 juta KL.

Dijelaskan Karena lagi, total kebutuhan premium dan pertamax nasional, melebihi kemampuan penyediaan kilang dalam negeri. Karena itu katanya, pihak Pertamina mau tidak mau harus melakukan impor.