Di Jakarta, Biaya Kemacetan Rp46 Triliun Pertahun

jakarta macetmaiwanews – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, biaya tambahan yang harus keluar percuma akibat kemacetan di DKI Jakarta mencapai Rp 46 Triliun seiap tahunnya.

“Biaya kemacetan di Jakarta diperkirakan Rp46 triliun per tahun meliputi biaya bahan bakar minyak (BBM), operasional kendaraan, time value dan lainnya,” kata Udar Pristono.

Hal tersebut dikatakan Pristono dalam sebuah acara diskusi bertajuk ‘Mengurai Infrastruktur Transportasi Jakarta’ yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa 15 Maret 2011.

Pristono mengatakan, kemacetan lalu lintas dianggap lebih sulit dipecahkan dibandingkan dengan masalah ibukota lainnya seperti banjir. Menurutnya, macet dihadapi warga setiap hari dan tidak mengenal waktu.

Pristono membandingkan, banjir datang tidak setiap saat seperti macet sehingga lebih mudah diantisipiasi misalnya, setiap akan datang musim hujan tiba.

Karenanya menurut Pristono, solusi kemacetan parah itu seperti yang dikembangkan Jakarta adalah menyediakan angkutan umum massal yang memadai, aman, nyaman, dan manusiawi seperti jaringan busway dan proyek Mass Rapid Transit (MRT).

Hal lain yang dikembangkan Jakarta dalam rangka mengantisipasi kemacetan itu kata Pristono adalah peningkatan kapasitas jaringan terdiri dari pelebaran jalan, flyover dan underpass, dan pengembangan jaring jalan.

Kemudian, lanjutnya, pembatasan lalu lintas meliputi pembatasan kendaraan bermotor, Electronic Road Pricing (ERP), parkir, serta fasilitas park and ride juga sedang dilakukan Jakarta mengatasi kemaceta.