BOJONEGORO – Rencana mutasi sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro, yang sempat tertunda dan jadi rumor akhirnya dilaksanakan juga.
Sedikitnya 36 pejabat eselon II, III, dan IV dilingkup pemerintah kabupaten Bojonegoro dimutasi. Berbeda dengan mutasi-mutasi sebelumnya, prosesi pelantikan kali ini dilangsungkan di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA), Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.
Berdasar data di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro, dari 36 pejabat yang dimutasi itu 8 pejabat diantaranya eselon II, 49 orang eselon III dan 6 pejabat eselon IV.
Pejabat eselon II yang dimutasi antaralain, Suharto yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan dimutasi menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Djumari menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).
Selain itu, Djindan Muhdin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dimutasi menjadi staf ahli dan digantikan Suismoyo yang dulunya menjabat sebagai Camat Tambakrejo. Kabag Humas dan Protokoler Jhony Nurharyonto dimutasi menjadi Camat Sukosewu dan digantikan Mahmudin yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Dander.
Sedangkan sejumlah camat yang dimutasi antaralain, Camat Temayang Sufi dimutasi menjadi Camat Kasiman menggntikan Dharmawan yang sekarang menjabat Camat Kanor. Untuk Camat Temayang diisi Subiyono yang dulu menjabat Camat Margomulyo. Untuk Camat Margomulyo dijabat Joko Lukito yang dulunya Sekcam Sumberjo dan Triyono yang sebelumnya menjabat Camat Gondang dimutasi menjadi Camat Sumberjo.
Sementara untuk pejabat eselon IV yang dimutasi antaralain, Kasi Penindakan dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dili Triwibowo dimutasi sebagai Kabid Keuangan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daearah menggantikan Ibnu Suyuti. Sedangkan jabatan Kasi Penindakan dan Ketertiban Satpol PP dijabat Nanik yang sebelmnya menjabat Kasi di Dinas Kominfo.
Bupati Suyoto dalam sambutan menyatakan, bahwa pelantikan pejabat kali ini sengaja di lakukan di TPA. Agar para pejabat yang dilantik ini ikut merasakan perjuangan yang dilakukan para petugas kebersihan dalam membersihkan kota dari sampah.
“Dengan kita disini, kita akan lebih menghargai mereka (petugas kebersihan). Karena mereka setiap hari selalu bergelut dengan sampah-sampah dan bau tak sedap untuk membuat orang merasa senang,” ujar Suyoto.
Menurut Suyoto, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengelola dan mengolah limbah maupun sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Karena itu, dengan jabatan yang diamanahkan ini diharapkan para pejabat yang dilantik dapat memberikan karyanya untuk kemajuan Bojonegoro lebih baik.









