maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan gencatan senjata terkait serangan militer Amerika Serikat dan pasukan Sekutu di Libya. SBY juga menyerukan pencarian solusi konflik yang terjadi di negeri kaya minyak itu.
“Indonesia menyerukan kepada PBB dan masyarakat dunia agar dua elemen penting Resolusi DK PBB No 1973 dapat bersama diwujudkan gencatan senjata dan pencarian solusi,” kata SBY di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa 29 Maret 2011.
Kedua elemen penting yang dimaksud SBY itu tercantum dalam Resolusi 1973/2011 yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB. Presiden mengatakan, kedua elemen itu kurang banyak diangkat sehingga tidak banyak diketahui masyarakat luas.
Sebab kata presiden SBY lagi, beberapa poin resolusi yang kerap mengemuka adalah seperti aturan no fly zone dan perlindungan masyarakat sipil. Resolusi itulah yang menjadi dasar tindakan dari pasukan Amerika dan sekutu menyerang Libya.
Terkait dengan jatuhnya korban jiwa terutama warga sipil kata SBY, maka kekerasan yang terjadi di negeri pimpinan Moammar Khadafi itu tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Karena itu, katanya, pada 24 Februari lalu presiden mengirimkan surat ke Sekjen PBB.
Seperti diberitakan, pasukan sekutu membombardir Libya sejak 20 Maret dini hari. Dalam serangan itu, lebih dari 100 rudal Tomahawk diluncurkan ke sasaran pasukan pro Khadafi. menurut pemerintah Libya, akibat serangan itu, setidaknya 100 orang tewas.
Presiden Serahkan Falcon 8X ke TNI, Perkuat Mobilitas Strategis TNI AU
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman









