Luapan Bengawan Solo Mulai Ancam Pemukiman

BOJONEGORO- Terus meningginya permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro terus meninggi dan mulai mengancam kawasan pemukiman yang berada di bantaran sungai menyusul tingginya curah dalam dua hari terakhir.

Selain dikaibatkan oleh curah hujan di tingkat lokal, makin meluapnya Bengawan Solo di daerah hulu, kini membuat ratusan warga yang tinggal di kawasan rawan banjir mulai Kecamatan Margomulyo di perbatasan Ngawi hingga Kecamatan Baureno yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan mulai panik.

Hal itu lantaran pasang surut pemukaan Bengawan Solo ada kecenderungan mengalami tren peningkatan serius dalam setiap jamnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Kasiyanto, menyatakan dalam setiap jamnya permukaan Bengawan Solo mengalami kenaikan hingga 30 cm.

Dikatakan Kasiyanto, kenaikan signifikan tersebut berdasar rekaman ketinggian yang diperoleh dari papan duga di Karangnongko dan TBS (Taman Bengawan Solo) sejak Senin dinihari (2/5/2911) dinihari.

Berdasar pantauan hingga hingga pukul 17.08 WIB kemarin, ketinggian air di Karangnongko yang berada di Kecamatan Ngraho menunjuk angka 28,18 physcal atau meningkat 10 centimeter dari pantauan pukul 12.00 WIB sebelumnya. Hal sama juga terjadi di papan duga TBS yang berada di sebelah utara Pasar Besar Kota Bojonegoro.

Berdasar pantauan di lapangan, menunjukkan ketinggian air di TBS mencapai 14,56 physcal atau naik 10 centimeter dari kondisi diam pukul 12.00 WIB.

“Ini artinya situasi yang harus diwaspadai. Sebab, berdasarkan pantauan dari papan duga yang sudah kami lakukan, besar kemungkinan ketinggian air akan mengalami puncaknya pada dinihari nanti (kemarin-red), yakni sekitar 30 centimeter,” ujar Kasiyanto.

Walai begitu, Kasiyanto berharap warga yang tinggal di kawasan rawan banjir seperti Kecamatan Kota Bojonegoro, Margomulyo, Ngraho, Padangan, Kasiman, Purwosari, Kalitidu, Malo, Trucuk, Dander, Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor dan Kecamatan Baureno, tidak panik.

Selain menyiagakan buka tutup pintu air yang ada di beberapa titik di Kecamatan Kota Bojonegoro, saat ini pemkab juga telah menyiagakan pasukan untuk berjaga-jaga jika banjir benar-benar datang seperti prakiraan.

Termasuk diantaranya melakukan pantauan khusus di Kecamatan Temayang, Gondang, Sekar, Sukosewu dan Kecamatan Dander, karena selama ini kawasan tersebut rawan terjadi banjir bandang.

Seperti yang terjadi akhir Maret kemarin. Akibat digerus banjir bandang sebuah jembatan poros di Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, yang dibangun 10 tahun lalu ambrol. Hingga kini karena ambrolnya jembatan beton sepanjang panjang 8 meter dan lebar 4 meter, dengan dengan landasan ril itu, membuat empat desa terisolir.