
BANYUWANGI – Masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya patut berbangga. Hal ini seiring dengan selesainya pembangunan kawasan Lapangan Terbang (Lapter) Balimbingsari. Delapan tahun sudah masyarakat Banyuwangi menunggu selesainya pembangunan tersebut. Namun penantian itu akirnya terpenuhi.
Kini Banyuwangi telah memiliki lapter sendiri dan ini satu-satunya kabupaten di Indonesia yang telah memiliki lapangan kapal terbang. Secara resmi lapter dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Senin (2/5/2011) lalu, yang sebelumnya sempat diresmikan juga oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, dan selanjutnya lapter sudah bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar dan juga para wisatawan.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyatakan dengan dibukanya lapter Blimbigsari ini di harapkan ada peningkatan jumlah wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Sebab, kabupaten Banyuwangi ini mempunyai potensi pariwisata baik itu dari segi seni budaya dan alamnya.
Azwar Anas menambahkan, dengan adanya perusahaan penerbangan Sky Aviation ini, maka Kabupaten Banyuwangi akan semakin terbuka bagi siapapun yang ingin berkunjung. “Kita akan membuka connecting keluar dari isolasi yang selam ini telah menjadi harapan kami,” ujarnya.
Selain itu warga Kota Surabaya yang hendak bepergian ke Banyuwangi tidak perlu susah-susah lagi menghabiskan waktunya selama 7 sampai 8 jam perjalanan.
Kalau dihitung, perjalanan melalui jalan darat dari Surabaya ke Banyuwangi atau sebaliknya memang cukup melelahkan. Jika berangkat pukul 08.00 pagi, paling cepat tiba di tujuan pukul 15.00 WIB sore dan itu kalau tidak ada kemacetan. Namun jika terjebak macet, maka waktunya bisa molor sampai pukul 16.00.
Tetapi kini, jarak waktu itu bisa dipangkas seiring adanya lapter. Bahkan, warga Surabaya bisa pulang pergi ke Banyuwangi dalam waktu sehari saja. Selain Sky Aviation, ternyata kini juga ada beberapa perusahaan penerbangan yang melirik ingin masuk dalam lapter Blimbingsari.
“Ada perusahaan yang ingin bertemu saya. Namun saya masih lihat Sky Aviation dulu,” ujar bupati..
Rencananya, selain Sky Aviation dengan penerbangan Fokkernya. Nantinya juga ada investor lainnya yang akan membuka dua hanggar dan akan ada pembangunan sekolah calon pilot.
“Semoga, Banyuwangi bisa mencetak calon pilot terbaik,” harap bupati.
Sementara itu, Chairman Ramayana Duta Wisata, Yusuf Ardi, menyebutkan sesuai perkembangan, kini Bandara Blimbing bisa dilalui pesawat berkapasitas besar, yakni 100 penumpang. Sedangkan, Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Dephub, Aviyanti mengatakan, sambut baik dan berbangga penerbangan perdana.
“Merupakan peristiwa ditunggu. Termasuk pemerintah pusat,” kata Yusuf Ardi.
Menurut Yusuf, potensi pasar di Banyuwangi sangat besar. Apalagi dengan adanya dukungan lapter, maka perekonomian akan menjadi semakin maju.
Sikatakan, Banyuwangi dengan Dirjen Perhubungan Udara berkomitmen memajukan bandara. Salah satunya dengan penandatangan kesepakatan pada 29 April lalu, upaya itu merupakan payung pertama teciptanya kerjasama yang lebih kondusif.
Ditambahkan, pengoperasian bandara tentunya juga membutuhkan perhatian lebih baik dari pemerintah dan warga.
“Banyak aturan yang dipahami dan ikuti agar bandara memenuhi persyaratan sesuai dengan UU nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” katanya.
Sebelumnya, penerbangan perdana Fokker 50 ini Sky Aviation yang bekerjasama dengan Ramayana Duta Wisata. Penerbangan Fokker ini melayani Denpasar-Banyuwangi-Surabaya-Solo-Bandung-Tanjungkarang, empat kali dalam seminggu. Tiket Surabaya-Banyuwangi lumayan terjangkau sekitar Rp300 ribu.
Dalam penerbangan perdana Fokker 50, peserta wartawan yang tergabung dalam Fam Trip Disbudpar Jatim diberikan kesempatan Kabupaten Banyuwangi untuk menikmati perjalanan melalui udara ini. (doni sujito)









