maiwanews – Ahli Informasi Teknologi (IT) dari Fakultas Tekhnik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo mengungkapkan, ada aliran SMS dari nomor Nasruddin Zulakarnain ke Antasari Azhar sebanyak 4 kali, namun tidak ada satupun SMS itu yang dibalas Antasari.
“Ada aliran dari nomor NZ (Nasruddin Zulakarnain) ke AA (Antasari Azhar) selama 4 kali, dan tidak ada balikannya atau balasan SMS dari AA,” kata Agung Harsoyo di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jumat, 6 Mei 2011.
Hal tersebut diungkapkan Agung di hadapan Komisioner KY, Suparman Marzuki, Taufiqurrohman Syahuri dan Jaja Ahmad Jayus dalam pemeriksaan yang dilakukan kantor di KY, Jumat (6/5) terkait kasus Antasari.
Agung menyatakan, keterangannya di KY itu, sama persis dengan kesaksiannya dalam sidang kasus dalam perkara pembunuhan terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnain yang melibatkan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.
“Saya telah memberikan keterangan yang subtansinya sudah sesuai dengan di sidang pengadilan (kasus Antasari) saat itu mengenai aliran data (SMS),” kata Agung.
Menurt Agung, 4 buah SMS tersebut berasal dari data Call Data Record (CDR) operator telepon milik Nasruddin dan Antasari. Namun menurutnya, data CDR tersebut hanya mencatat, nomor-nomor pengirim dan penerima, sementara isi SMS dari Nazruddin ke Antazari tak diketahui.
Seperti diberitakan, Agung Harsoyo adalah saksi ahli yang dihadirkan kubu Antasari dalam sidang perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnain di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan tersangka Antasari Azhar.
Dalam sidang itu, Agung menjelaskan, pada telepon genggam (HP) milik Nasruddin terdapat 205 pesan singkat (SMS) yang tidak jelas berasal dari nomor siapa. Diduga, SMS itu bukan dikirim oleh Antasari.









