maiwanews – Hasil survey Indo Barometer menunjukkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono, turun hingga di bawah 50 persen.
“Tingkat kepuasan SBY-Boediono di bawah 50 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari dalam acara jumpa pers Evaluasi Reformasi dan 18 Bulan Pemerintahan SBY-Boediono, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 15 Mei 2011.
Qodari mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat yang terus turun ini merupakan lampu kuning untuk perbaikan kinerja pemerintaha SBY-Boediono ke depan, khususnya di bidang ekonomi dan penegakan hukum.
Ketidakpuasan masyarakat terhadap SBY-Boediono, menurut Qodari terutama masalah ekonomi, karena masih banyak pengangguran dan kurangnya lapangan kerja. Sementara ketidakpuasan terkait masalah hukum, menurutnya adalah mencakup belum terselesaikannya beberapa kasus besar seperti pemberantasan korupsi, tragedi Trisakti dan kerusuhan Mei 1998.
Dalam survei yang sama diperoleh hasil, hanya 36,1 persen masyarakat yang menyatakan puas terhadap kepemimpinan Wakil Presiden Boediono.
Survei dilakukan pada 25 April-4 Mei 2011 yang diikuti 1.200 responden dengan komposisi gender seimbang. Responden dipilih secara random sampling dan berusia 17 tahun keatas. Wawancara dilakukan secara berhadapan dan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia.
Dari survei itu, kata Qodari, 28,2 persen responden menilai keadaan saat ini lebih buruk daripada masa Orde Baru dan 27,2 persen menunjukkan keadaan sama saja. Sementara hanya sekitar 22,8 persen yang menyatakan reformasi masih lebih baik dari Orba.
Tingkat kepuasan dari hasil survey tersebut, kata Qodari melanjutkan, berbanding lurus dengan pertanyaan tentang presiden favorit. Menurutnya, survey menunjukkan, Soeharto masih menjadi presiden paling favorit yakni, 36,5 persen memilih Soeharto sebagai presiden paling baik.









