BOJONEGORO – Tahun ini Kota bojonegoro tidak berhasil meraih pengahargaan adipura dalam kategori kota kecil. Di jawa timur ada 18 Kota yang mengalami nasib yang sama dengan Bojonegoro. Diantaranya adalah Jombang, Tuban, Kota Madiun, Ngawi, Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo
“Sesungguhnya Bojonegoro telah berhasil masuk nominasi dari 378 kota. Dan Bojonegoro masuk nominasi bersama 140 kota dan kabupaten lainya,” tutur Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Mahmudin.
Namun, sebut Mahmudin, dari tiga kali evaluasi bojonegoro gagal mencapai passing grade 74. Dibanding tahun lalu capaian nilai ini sebenarnya telah meningkat, billa tahun lalu semua kota yang melampaui 73 dinyataakan peraih adipura, kini tidak lagi. Bojonegoro sendiri kurang angka 0’44 untuk memenuhi target nilai 74.
Untuk Bojonegoro sendiri, dari hasil evaluasi diketahui titik lemahnya antara lain di bidang fisik TPA/TPS, fasilitas umum pasar (Bojonegoro dan Banjarjo), terminal, rumah sakit, dan trotar sepanjang kota banyak yang rusak serta penataan PKL yang belum optimal.
Menurut Mahmudin, Bupati Suyoto merassa bertanggungg jawab atas kegagalan ini, karena itu secara terbuka menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat bojonegoro, terutama warga kota.
Suyoto mengajak warga masyarakat dan aparat pemkab untuk meningkatkan proses pembelajaran. Kepada jajaranya mengintruksikan segera melakukan evaluasi menyeluruh, menentukan langkah prioritas dan mengkomunikasikan ke publik, terutama para pihak yang terkait.
Wabup Setyohartono usai melapor ke bupati bersama dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kepala Sinas Pertamanan dan Kebersihan, Zaenal, menyatakan bahwa hal ini menjadi tanggung jawab bersama dan merupakan wahana belajar bukan hanya bagi salah satu SKPD.
Tapi, Tim Adipura Kabupaten mulai dari tukang sapu hingga seluruh kepala SKPD agar lebih memperhatikan kebersihan dan keindahan di lingkungan sekitarnya. (LEA)









