Pemberontak Libya Kekurangan Dana

LibyaKepala urusan perminyakan pemberontak Libya, Ali Tarhouni, Sabtu 18 Juni 2011 mengakui pihaknya telah kehabisan uang. Menurutnya, barat telah ingkar janji dengan tidak memberikan dukungan dana.

“Kami tidak punya (uang tunai). Kami kehabisan segalanya. Ini adalah kegagalan total. Entah mereka (negara Barat) tidak mengerti atau mereka tidak peduli”, kata Tarhouni kepada Reuters di kota utama pemberontak, Benghazi.

Perekonomian di timur Libya compang-camping. Pihak berwenang sedang berjuang untuk mendapatkan uang tunai untuk membayar operasi militer. Negara-negara barat dan Uni Eropa telah menawarkan bantuan dalam bentuk pinjaman kepada para pemberontak.

Tarhouni sebelumnya memperkirakan pemberontak menghabiskan sampai 100 juta dinar Libya ($ 86 juta) per hari. “Orang-orang mati dalam revolusi ini, dan korban terus bertambah”, katanya.

Di berbagai front dalam beberapa pekan terakhir pemberontak Libya memperlihatkan hasil yang cukup bagus, tapi masih jauh dari target menguasai Tripoli.

(Gulf Times/Ynetnews/Vancouver Sun/New York Times/Emirates 24/7/aso)