Airbus Military Bantu Program Revitalisasi PTDI

pembuatan-helikopter-ptdimaiwanews – Sebuah perusahaan pembuatan pesawat terbang dari Amerika Serikat (AS), Airbus Military menyepakati membantu upaya revitalisasi industri dirgantara di tanah air yang sudah dilakukan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Kesedian perusahaan AS tersebut membantu revitalisasi PTDI, tertuang dalam kesepakatan kerjasama strategis antara PTDI dengan Abus Military yang ditandatangani di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Juli 2011.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI Budi Santoso, Direktur Utama PPA Boyke W. Mukijat dan CEO Airbus Military Domingo Ureña Raso, disaksikan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar.

Dalam kerjasama ini, kedua pihak sepakat untuk melangsungkan program revitalisasi fase pertama yang akan berjalan selama 18 bulan. Selama periode tersebut, Airbus Military akan mendukung PTDI mengoptimalkan proses industri dan efisiensi globalnya secara keseluruhan.

CEO Airbus Military, Domingo Urena Raso mengatakan, keputusan untuk menjalin kerjasama dengan PTDI dikarenakan hubungan dirgantara antara Spanyol dan Airbus Military dengan Indonesia dan industri nasionalnya telah terjalin lama dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Airbus Military berkomitmen sepenuhnya untuk mendukung mitra kami di Indonesia agar dapat terus mempertahankan perannya di panggung dunia,” kata Domingo dalam siaran persnya.

Seperti diketahui, dalam tiga dekade sebelumnya, CASA (saat ini Airbus Military) telah bekerjasama dengan Nurtanio (sekarang PTDI) untuk meluncurkan beberapa jenis pesawat baru.

Setelah PTDI berhasil memproduksi C212 di bawah lisensi Spanyol, pada tahun 1979 PTDI melaksanakan rancang bangun dan produksi bersama pesawat CN-235. CN235 kemudian diketahui sukses memimpin pasar di kelasnya.

Sejak didirikan pada tahun 1976, hingga saat ini, sudah lebih dari 260 pesawat CN-235 produksi PTDI beroperasi di seluruh dunia. CN-235 pertama kali terbang pada tahun 1983, dan pertama kali masuk pasar pada tahun 1986.

Selama ini, hubungan manufaktur antara Airbus Military dan pendahulunya CASA dari Spanyol serta PTDI dan pendahulunya Nurtanio tetap berjalan. Saat ini PTDI tercatat sebagai pemasok penting bagi Airbus Military untuk pesawat transport ringan atau medium C212 dan CN235, pesawat pemantau, serta bagi Eurocopter dan Airbus.