Sopir Tragedi Kecelakaan Maut Bojonegoro Serahkan Diri

LAKA MAUT BOJONEGOROBOJONEGORO – Sopir truk semen curah bernomor olisi L 8415 UN yang terguling dan seruduk hajatan pengantin di di Dusun Kalidogol, Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, Jatim, Selasa (12/3/20011) lalu tengah malam telah menyerahkan diri ke Polsek Ngraho bersama keneknya

Kapolres Bojonegoro, AKBP Widodo,kepada wartawan di Bojonegoro, menyatakan sopir truk semen curah bersama keneknya telah menyerahkan diri Polsek Ngarho.

Sementara, seorang pengemudi truk tronton L 8286 UH milik PT Lintas Bangun Persada usai kejadian langsung menhilang. Sedangs opir L300,40, juga sudah menyerahkan diri bersama Kernet truk semen Kusnan,30, warga Desa Kabuh, Kecamatan Kabuh, Jombang telah menyerahkan diri di Mapolsek Ngraho.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan maut yang menewaskan 18 orang saat berlangsung hajatan pernikahan dengan tontonan ketoprak ((semacam kesenian pentas drama berbahasa Jawa,Red) dari Tempuran, Blora, Jwa Tengah. .

Suasana rileks helat tontonan kesenian yang kini sudah mati suri itu, berubah menjadi histeris mencekam saat truk semen curah ini terguling dan menyeruduk kerumunan orang yang berada di sekitar arena pertunjukan di rumah Mari, 49, yang berencana akan menggekllar pesta pernikahan anaknya, Rabu )13/7.2011) kemarin. . Dugaan sementara, truk mengalami rem blong.

Dalam tragedi itu 18 orang tewas di lokasi musibah tertindih bodi truk, setelah kendaraan berbadan besar itu mengalami tabrakan beruntun di jalur yang menghubungkan Bojonegoro-Ngawi.

Data yang berhasil di lapangan menyebutkan, awalnya truk bermuatan semen dengan Nomor Polisi L-8286-UH yang melaju dari arah utara dengan kecepatan tinggi, sebab kondisi jalan di wilayah setempat menurun dengan cukup tajam.

Sebelum terjadi kecelakaan truk bermuatan semen tersebut terus menerus membunyikan klakson terus menerus.

Mula-mula, truk semen tersebut menabrak kendaraan L 300 dengan AE-8896-ZA yang dikemudikan Mulyadi (36), penduduk Desa Plumpang, Kecamatan Margomulyo, yang melaju ari arah berlawanan.

Sementara itu, dari arah yang sama sebuah truk tangki semen dengan L-8415-IM yang dikemudikan Nasruloh (40) asal Jombang berada persis di belakang colt L 300.

Tabrakan terjadi persis di depan rumah Mari yang memiliki hajatan, dan di tepi jalan ada ratusan penonton ketoprak baik di kanan maupun kiri jalan.

Akibatnya, truk semen tangki yang merangkak dari arah selatan berputar kemudian keluar jalan menabrak penonton yang berdiri menonton ketoprak dari seberang jalan, sebelum akhirnya masuk ke tempat yang curam.

Sedangkan truk bermuatan semen tersebut, menabrak penonton yang berdiri di tepi jalan di dekat rumah Mari. Akibat tabrakan itu, semen yang berada di dalam truk tumpah dan menimbun dapur yang mempunyai hajatan hingga ambruk.

Dalam kecelakaan ini, sedikitnya ada 10 sepeda motor milik warga yang sedang menonton ketoprak rata dengan tanah, setelah disapu truk yang diperkirakan remnya blong tersebut.
Semua korban tewas adalah warga desa setempat.

Sekadar untuk diketahui, sekitar 15-20 kilometer dari panjang 80 kilometer jalur Bojonegoro-Ngawi tidak layak standar jalan nasional yang seharusnya memiliki lebar 12 meter. Sementara jalan jalur Bojonegoro-Ngawi, lebarnya tidak lebih dari 7 meter.

Jalur Bojonegoro-Ngawi sendiri baru berstatus jalan provinsi terhitung tahun 2003. Kemudian tahun 2009 ditingkatkan menjadi Jalur Nasional. Salah satu pertimbangannya adalah untuk memenuhi kebutuhan transportasi, terutama untuk kendaraan pengangkut semen Gresik, juga bahan pokok lainnya.

Kebijakan untuk meningkatkan status jalan itu berasal dari Pemprov Jatim yang diusulkan ke pemerintah pusat.

Kronologi Insiden Kecelakaan Maut Bojonegoro

– Kecelakaan bermula saat truk diduga mengalami rem blong. Terjadi tabrakan beruntun hingga truk akhirnya nyelonong ke rumah warga.

– Di rumah itu tengah berlangsung pesta pernikahan. Ada sebuah panggung pertunjukkan ketoprak dan banyak tamu menonton.

– Rem tidak berfungsi diduga kelebihan muatan, kondisi jalan juga curam, sehingga kendaraan di depan yang tidak sempat mengelak tertabrak dulu. Tabrakan pertama, kedua, baru lokasi.

– Truk berada tepat di atas dapur rumah dan tempat menonton ketoprak. Akibatnya, banyak tamu pernikahan yang tewas.