Dicurigai Ada Skenario Bentrok Mahasiswa dan Warga di Makassar

Makassar – Beberapa kejadian tidak lumrah terjadi dalam kerusuhan mahasiswa dengan warga yang terjadi di beberapa kampus Makassar Sulsel yang berlangsung sejak kemarin hingga hari ini, Jumat 5 Maret 2010.

Kerusuhan yang membesar akibat saling balas serang antara mahasiswa dengan polisi tersebut, diawali dengan sejumlah demo yang dilakukan mahasiswa dalam mengkritisi penyelesaian kasus Century.

Demo besar-besaran dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri Makassar di Jl. Sultan Alauddin Kamis, 4 Maret 2010 sebagai buntut penyerangan sejumlah oknum yang diduga anggota polisi ke sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar Jl. Botolempangan.

Demo besar-besaran mahasiswa UIN Makassar tersebut dilanjutkan hari berikutnya di tempat berbeda Jl. A. Pangerang Pettarani oleh mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Demo di UNM tersebut juga terjadi bentrokan sama seperti demo di UIN sehari sebelumnya.

Dari dua hari demo tersebut, bentrok keduanya terjadi justru terjadi antara mahasiswa dengan warga yang terkesan mendapat pembiaran polisi. Keberadaan warga yang entah dari mana dalam bentrok, memunculkan kecurigaan adanya warga termobilisir yang terlihat sangat bernafsu menyerang mahasiswa.

Dari pola kejadian tersebut, beberapa pimpinan mahasiswa yang dihubungi menengarai ada upaya sistematis pihak-pihak tertentu membenturkan antara mahasiswa dengan warga.

Kecurigaan tersebut semakin kuat dengan adanya kejadian lain yang dialami wartawan yang meliput kerusuhan. Pada saat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan warga, dari belakang kerumunan wartawan beberapa kali terjadi lemparan ke arah mahasiswa, yang menyebabkan mahasiswa bereaksi membalas lemparan ke arah kerumunan wartawan sehingga sempat terjadi kesalahpahaman antara mahasiswa dengan wartawan.

Seorang pelempar yang dicurigai sebagai provokator tersebut kemudian ditangkap beramai ramai oleh wartawan lalu kemudian diambil oleh pihak kepolisian untuk diamankan.

Urutan kejadian tersebut menurut sebuah sumber lain, setidaknya memunculkan kecurigaan adanya kepentingan yang bermain, kemungkinan pertama, adanya kepentingan skala kecil yaitu pihak yang ingin membalas demdan kepada mahasiswa dengan memakai tangan warga, dan kemungkinan kedua adanya kepentingan skala lebih luas yakni upaya pengalihan isu Century serta upaya menciptakan srikma buruk terhadap gerakan mahasiswa secara nasional.

Sementara itu, ada juga upaya lain yang ingin membenturkan antara mahasiswa dengan wartawan. Upaya tersebut dicurigai bertujuan untuk membatasi akses liputan wartawan atas kerusuhan secara benar, terutama media yang lakukan siaran langsung.

Selain di kampus UNM, kerusuhan juga terjadi di tempat lain di Makassar seperti Jl. Urip Sumoharjo. Sementara itu, sejumlah demo yang umumnya berakhir rusuh terjadi di sejumlah kota lain seluruh Indonesia seperti di Jakarta, Pekanbaru, Manokwari, Medan, Ambon, parepare, Mamuju, Jambi, Surabaya, Madura dan beberapa tempat lain.

Demo di sejumlah kota tersebut, sebagai bentuk solidaritas atas penyerangan sekretarian HMI cabang Makassar oleh yang diduga oknum polisi yang mengakibatkan kerusakan dan korban luka-luka.