maiwanews – Para pemimpin dunia berkumpul di Perancis Kamis 1 September 2011 untuk membicarakan masa depan Libya setelah Muammar Khadafi. Rusia sebagai negara terbaru yang mengakui Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai penguasa yang sah di Libya dikbarkan akan ikut hadir.
60 negara yang akan menghadiri konferensi merupakan gabungan antara negara-negara yang telah mendukung Dewan Transisi Nasional (NTC) selama beberapa bulan serta negara-negara yang belum mengakui penguasa sementara itu.
Para pejabat memperkirakan pemimpin NTC Mustafa Abdel Jalil akan memberi garis besar peta-jalan 18 bulan untuk menciptakan undang-undang dasar baru dan menyelenggarakan pemilu.
Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen, pimpinan PBB Ban Ki-Moon dan Menteri Luar Negeri Amerika termasuk di antara pemimpin yang menghadiri pertemuan yang dijamu oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy itu.
Cina dan Rusia juga mengirim utusan ke pembicaraan itu, meski sebelumnya kedua negara itu mengecam usaha serangan udara NATO di Libya yang dilaksanakan berdasarkan mandat PBB untuk melindungi kaum sipil. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan hari Kamis negaranya mengakui NTC sebagai penguasa yang memerintah Libya dan mengemukakan rencana reformasi dewan itu.
Perancis mengatakan hari Kamis pihaknya telah diizinkan untuk mencairkan lebih dari 2 milyar dolar asset Libya yang dibekukan setelah mengajukan permohonan kepada komite sanksi Dewan Keamanan PBB. Komite itu telah menyetujui permohonan serupa dari Inggris dan Amerika Serikat, yang mencairkan lebih dari 3 milyar dolar asset Libya yang disita untuk membantu memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak. (VOA/aso | Gambar: futureatlas.com)
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Pemkot Makassar Siap Kolaborasi Atasi Masalah Sampah di TPA Antang
Prabowo dan Hun Sen Bahas Perdamaian Kawasan di Istana Merdeka
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina
Porsche Dominasi GP Long Beach 2025 dengan Kemenangan di Dua Kelas









