Pendukung Khadafi memberi perlawanan sengit saat pasukan pemerintah sementara Libya melakukan serangan ke Bani Walid dan Sirte Jum’at dini hari. Guna menghindar dari sasaran para penembak jitu di kota gurun Bani Walid, pihak Dewan Transisi Nasional (National Transition Council – NTC) sementara mundur dari pusat kota.
Perlawanan juga dilakukan pro Khadafi untuk mempertahankan kota kelahiran sang Kolonel, Sirte. Dalam serangan itu NTC tidak sendiri, mereka dibantu oleh pesawat-pesawat NATO. Meski telah mulai menyerang kedua kota tersebut, keberadaan Muammar Khadafi belum diketahui.
Sejak Selasa 13 September lalu penduduk kota Bani Walid mengungsi setelah sebagian pasukan pro Khadafi meninggalkan pos mereka. Terkait keberadaan putra Khadafi di Niger, pemerintah negara itu hari Jum’at mengumumkan akan menahan putra Khadafi, Saadi, dan tidak akan memulangkannya ke Libya. Beberapa rekan dan anggota keluarga Khadafi meninggalkan Libya dalam beberapa pekan ini.
Di hari yang sama PBB melakukan pemungutan suara untuk meringankan sanksi terhadap Libya. Dewan Keamanan beranggotakan 15 negara secara bulat memilih resolusi yang juga membentuk misi PBB di Libya untuk membantu negara di Afrika utara itu mandiri.
Sementara itu, Majelis Umum PBB memberikan kursi bagi Libya di PBB kepada NTC. Langkah itu berarti NTC akan bisa berbicara bagi Libya dalam pertemuan tingkat menteri di sidang Majelis Umum pekan depan. Sejumlah diplomat mengatakan duta besar (dubes) Libya untuk PBB, Mohamed Shalgham, akan tetap memangku jabatan itu. Dalam pertemuan Dewan Keamanan awal tahun ini dubes Shalgham secara terbuka membelot. (VoA/aso | Foto pemberontak Libya oleh BRQ)
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki
Operasi Lilin 2024, Aktivitas di Berbagai Gerbang Tol dari dan ke Jakarta Meningkat
Pemkot Makassar Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Petugas Antar Logistik Pilkada ke Ketapang Lewat Laut
Pjs Wali Kota Makassar Arwin Azis Hadiri Sertijab Komandan Lantamal VI









