Komodo Menang, JK Berterimakasih ke Pengkritik

jusuf kallamaiwanews – Gencarnya kritik dari berbagai pihak dan pemerintah terutama Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo terhadap New7Wonders, tidak membuat Duta Komodo Jusuf Kalla (JK) merasa sakit hati terhadap pengkritik.

Atas kritik yang makin gencar di hari-hari terakhir kampanye, JK justru berterimakasih. Karena dengan kritik itu, malah memberi emosi yang luar biasa sehingga masyarakat ramai-ramai mendukung Komodo.

“Saya berterima kasih pada pengkritik, yang nyeleneh dan memandang enteng arti bangsanya,” kata  di acara pengumuman pemenangan Komodo di Cafe Marley, Energy Tower, Jakarta, Sabtu 12 November 2011.

Menurut JK, banyak hikmah yang bisa dipetik dari kemenangan Komodo ini. Di tahun-tahun belakangan ini, Indonesia butuh kebangaan. Kebanggan itu kata dia, bisa diperoleh salah satunya lewat Komodo.

KBangsa ini sangat gampang bersatu kata mantan Wakil Presiden itu, asal ada tujuan jelas seperti untuk kebanggaan bangsa dan ada tujuan yang membahagiakan serta membanggakan semua orang.

JK juga menjelaskan, apa yang yang dilakukannya beserta paa relawan yang lain dalam memperjuangkan kemenangan Komodo masuk Ne7Woner, didasari oleh keikhlasan dan tidak ada yang ingin dibayar.

Karena itu JK berpesan agar jika melihat seseorang, lihatlah apa yang diperbuatnya, bukan orangnya. “Jangan memperolokkan orang, tapi lihat hal yang dibuat,” kata Ketua Umum PMI itu.

Seperti diketahui, di saat-saat akhir kampanye Komodo, tiba-tiba muncul kritikan pedas terutama dari pemerintah. Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo menuding New7Wonders abal-abal, lalu menudingnya sebagai perusahaan bangkrut.

Setelah Komodo sementara dinyatakan sebagai pemenangpun, Djoko masih sempat melontarkan kritikan. Mantan anggota DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, pengumuman pemenang New7Wonders tidak punya gaung.