maiwanews – Sejumlah anggota DPR termasuk dari fraksi Demokrat menolak rencana TNI membeli tank Leopard dari Belanda. Meski alasan penolakannya berbeda-beda, beberapa politisi meminta agar pemerintah lebih memprioritaskan tank buatan dalam negeri.
“Apakah tidak mungkin Pindad memproduksi main atau light battle tank yang bisa digunakan di perbatasan?” Kata Susaningtyas Nefo Handayani dalam rapat kerja dengan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Gedung DPR Senayan, Rabu 24 Januari 2012.
Politisi dari Fraksi Hanura itu mempertanyakan alasan TNI ingin membeli tank Leopard dalam jumlah banyak. Menurutnya, dalam menentukan jenis peralatan tempur atau alutsista yang akan dibeli, kita harus bisa cermati situasi geografis dan kondisi yang ada.
Dengan berat lebih dari 60 ton, tank Leopard dinilai Susaningtyas tidak cocok dengan kondisi dan daya dukung umumnya jalan serta jembatan yang ada di Indonesia.
Lagi pula, kata Susaningtyas menjelaskan, dengan kondisi 70 persen wilayah Indonesia berupa lautan, ia mengusulkan agar TNI lebih memprioritaskan membangun kapal patroli lebih banyak dan diproduksi di PAL.
Senada dengan Susaningtyas, anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mayor Jenderal TNI purn. Tritamtomo mengatakan, pengadaan barang dan jasa di lingkungan TNI/Polri seharusnya mengutamakan produk dalam negeri.
Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Wasekjen NATO ke Paris, Bahas Prioritas Aliansi
Polisi Minta Layanan Perdagangan Digital Hapus Produk Hasil Penyelundupan
Wujudkan Swasembada Pangan, DPC PTI Takalar Laksanakan Program Mina Padi
Pjs Wali Kota Makassar Ucapkan Selamat kepada Anggota DPRD Baru, Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab









