maiwanews – Tim evakuasi korban jatuhnya pesawat penumpang Sukhoi Super Jet (SJ) 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak Bogor, Jawa Barat melakukan pencarian para korban dengan bergelantungan di atas tali yang dijulurkan menuju dasar tebing gunung.
Menurut Pangdam III Siliwangi, Mayjen Sonny Widjaya, hingga saat ini, tim yang terdiri dari Kopassus TNI-AD beserta sejumlah orang dari SAR sedang berada di sekitar 250 meter dari arah puncak gunung dengan menggunakan tali.
Para anggota tim evakuasi tersebut kata Sonny, melakukan pencarian korban dengan menggunakan tali. Beberapa anggota tim yang berada di bawah dan tidak naik ke puncak gunung, bahkan semalam terpaksa tidur di atas tali tersebut.
Proses pencarian dan evakuasi para korban memang mengalami kesulitan hambatan medan dengan tebing memiliki kemiringan sekitar 85 derajat (hampir tegak lurus) ditambah dengan kondisi hutan yang lebat.
Kondisi lebatnya hutan dan masih dalamnya tebing yang belum dicapai, menyebabkan tim belum dapat melihat sisa korban dan serpihan pesawat lainnya, bahkan badan utama pesawat sama sekali belum terlihat.
Diperkirakan korban lainnya termasuk bagian terbesar pesawat Sukhoi SJ 100 berada di dasar tebing. Namun dijelaskan Pangdam, beberapa bagian korban juga ditemukan tersangkut di pohon-pohon.
Saat ini kata Pangdam, tim sedang berupaya mencapai dasar jurang yang diperkirakan mencapai kedalaman 500 meter dengan cara menyambung tali. Diharapkan setelah berhasil turun lebih dalam, tim dapat menemukan korban lainnya.
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman
Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Gagalkan Dua Aksi Tawuran di Jakarta Timur
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Apresiasi Perjuangan Buruh, Munafri: Hak & Kesejahteraan Harus Terpenuhi
Pemerintah Evaluasi BUMN Secara Komprehensif









