maiwanews – Usai penutupan Tanwir Muhammadiyah 2012 di Hotel Horison, Bandung, Minggu 24 Juni, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin, mengungkapkan tujuh kriteria pemimpin. Menurut Din, kriteria tersebut tidak mengacu hanya pada pemimpin tertinggi, namun mencakup pemimpin secara keseluruhan.
Pertama, pemimpin harus visioner atau memiliki visi bersama. Tidak mengutamakan kepentingan pribadi maupun partai. Kedua, pemimpin harus nasionalis-humanis. Dia harus memiliki komitmen kebangsaan dan kemanusiaan. Ketiga, pemimpin harus memiliki sifat solidarity marker. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan membangun solidaritas bangsa di tengah kemajemukan.
Keempat, kriteria seorang pemimpin adalah risk taker atau berani mengambil resiko. Kelima, decisive, dimana seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan tegas. Keenam, problem solver, pemimpin harus memiliki kemampuan menyelesaikan masalah dan menggerakan sumberdaya. Adapun kriteria ketujuh adalah pemimpin harus memiliki morally committeed, yakni integritas moral sehingga tidak menyalahgunakan kekuasan dan tidak korup.
Ketujuh kriteria itu tidak diarahkan pada salah satu pihak. Menurut Din, Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat dan tidak terlibat dalam kegiatan politik kekuasaan. Kriteria kepemimpinan itu merupakan masukan dari Muhammadiyah agar bangsa ini menjadi lebih baik.
Din juga mengaskan bahwa Muhammadiyah berbeda dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai pimpinan Hatta Rajasa itu dikatakan tidak ada kaitan dengan Muhammadiyah. Muhammadiyah juga tidak memiliki hubungan dengan partai lain.
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Polisi Ungkap Kasus Narkoba dan Pupuk Bersubsidi di Sidrap
Danny Pomanto Ungkap Bukti Makassar Kota Dunia di Refleksi Akhir Tahun 2024
Firman Hamid Pagarra Terima Perwakilan Komunitas Vespa Lingu Makassar
Lapas Jombang Resmi di Pimpin M. Ulin Nuha









