BCA Sukses Raih Laba Rp. 6,8 Trilyun

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 6,8 triliun atau sebesar Rp. 8,9 Trilyun sebelum potong pajak sepanjang tahun 2009.

Laba salah satu Bank terbesar Indonesia itu meningkat 17,8% dibandingkan dengan laba tahun 2008. Peningkatan laba ini didukung oleh pendapatan bunga bersih dan fee based income.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur BCA DE. Setijoso dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu 24 Maret 2010.

“BCA berhasil melalui kondisi yang penuh dengan tantangan dalam dua tahun terakhir, dan mempertahankan pencapaian kinerja keuangan maupun soliditas perusahaan,” kata Setijoso.

Pendapatan bunga bersih BCA pada tahun lalu menjadi Rp 14,9 triliun atau naik sebesar naik 20,6%, sementara fee based income perseroan menjadi Rp 4,3 triliun atau naik sebesar naik 10,9%.

Setijoso menambahkan, sampai dengan akhir 2009, besaran capital adequacy ratio (CAR) BCA berada pada level 15,3%, return on assets (ROA) tercatat 3,4 persen dan return on equity (ROE) mencapai 31,8 persen.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) BCA sampai akhir 2009 menjadi Rp 245,1 triliun atau tumbuh sebesar 17%, Giro mencapai Rp 51,6 triliun atau meningkat 15,3 dibandingkan tahun lalu dan tabungan menjadi Rp 128,1 triliun atau tumbuh sebesar 14,6 persen.

“Peningkatan sumber pendanaan tersebut di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan merupakan bukti kepercayaan nasabah kepada BCA,” kata Setijoso.

Kredit BCA pada tahun 2009 tumbuh 9,9% dibanding kredit tahun 2008 yakni sebesar Rp 123,9 triliun . Pertumbuhan kredit ini didukung oleh kredit konsumer yang tumbuh 31,9% sebesar Rp 27,7 dibanding 2008.

Peningkatan juga terjadi pada kredit komersial dan UKM yakni sebesar Rp 48,2 triliun atau meningkat 5 %,  sedangkan kredit korporasi menjadi Rp 47,7 triliun atau meningkat sebesar meningkat 3,8%.

BERITA LAINNYA

.