maiwanews – Dalam keterangan persnya di Istana Negara Kamis 19 Juli 2012 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan, untuk segera bertindak mencegah situasi di Suriah berubah menjadi tragedi kemanusiaan. Tindakan kekerasan dan pertempuran harus segera dihentikan, konflik di Suriah sudah mengarah pada perang saudara.
Menurut Presiden Yodhoyono, jika mandat PBB saat ini dianggap tidak cukup, maka sudah saatnya mempertimbangkan penyesuaian mandat berdasarkan pasal 7 Piagam PBB. “Perubahan ini pada intinya akan mentransformasi misi utama PBB dari semata memelihara perdamaian menjadi misi untuk menciptakan perdamaian”, kata Presiden Yodhoyono.
Menurut Presiden Yudhoyono, menciptakan perdamaian tidak untuk mengubah pemerintahan, dan tidak harus selalu dikaitkan dengan tuntutan perubahan kekuasaan politik, atau keberlangsungan pemerintah berkuasa saat ini. Proses politik selayaknya mencerminkan dan menghormati keinginan dan kehendak rakyat Suriah tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Proses politik itu dapat digulirkan segera setelah upaya menciptakan perdamaian telah berhasil dilakukan.
Lebih lanjut dikatakan bahwa proses politik untuk menentukan masa depan Suriah bisa diciptakan setelah tidak ada tindak kekerasan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Sementara Pengamat Timur Tengah sekaligus penasihat pada Pusat Kajian Masyarakat Indonesia untuk Timur Tengah (Indonesian Society for Middle East), Smith al-Hadar, mengatakan, sulit mendesak PBB untuk mengatasi kekerasan di Suriah tanpa adanya intervensi militer. Karena tanpa intervensi militer situasi tidak bisa berubah. Presiden Bashar akan tetap menggunakan senjata-senjata berat menghadapi kaum oposisi. Menerapkan sanksi lebih keras dengan meminta Iran menghentikan bantuan militer terhadap Suriah, membujuk Rusia dan Cina agar menyetujui keinginan masyarakat Internasional untuk mengganti rezim berkuasa saat ini dan meminta negara-negara di Liga Arab memberi tekanan lebih besar lagi kepada Suriah dalam bidang ekonomi akan mampu membuat posisi Presiden Bashar al-Asaad melemah sehingga bisa diajak berdialog dengan pihak oposisi. (aso/VoA)
Presiden Serahkan Alutsista ke TNI, Perkuat Pertahanan Udara
Ratas di Hambalang, Presiden Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Porsche Buka Pusat Klasik Pertama Jerman di Kassel
Zelenskyy Bertemu Menlu Lithuania, Bahas Dukungan untuk Ukraina









