Assad Shalat Idul Fitri di Damaskus

maiwanews – Untuk pertama kalinya Presiden Suriah Bashar al-Assad muncul di depan publik sejak pemboman ibukota Suriah bulan lalu. Pengeboman di Damaskus menewaskan menteri pertahanan negara itu dan tiga pejabat tinggi lainnya.

Presiden Assad menghadiri shalat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H di sebuah mesjid di Damaskus pada hari Minggu 19 Agustus. Akhir bulan suci Ramadhan kali ini mengenaskan bagi warga Suriah. Mereka merayakan Idul Fitri saat sedang sedang berlangsung pemberontakan. Hingga bulan ke-18, pemberontakan Suriah telah memporakporandakan dua kota terbesar negeri itu, yaitu Damaskus dan Aleppo.

Di tempat lain di Suriah, Syrian Observatory for Human Rights sebuah lembaga berbasis di London melaporkan bahwa bentrokan berlanjut antara pejuang pemberontak dan pasukan pemerintah. Kelompok ini juga mengatakan bahwa ribuan orang di seluruh negeri menggelar protes di mesjid menyerukan penggulingan Presiden Assad.

Pada hari Sabtu, para aktivis mengatakan militer melakukan serangan udara terhadap wilayah pemberontak, termasuk kota perbatasan Azaz di wilayah utara Aleppo, di mana lebih dari 40 orang tewas dalam serangan terhadap Azaz awal pekan ini.

Presiden Assad menyebut pemberotakan di Suriah sebagai tindakan teroris, pada 8 Agustus lalu diberitakan Assad menyatakan akan membersihkan negerinya dari teroris. Media Suriah juga mengutip pernyataan Presiden Assad bahwa pihaknya tidak akan mengampuni teroris.(aso/VoA)