maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menekankan bahwa bagi negara berkembang, tujuan pembangunan adalah to end poverty atau mengakhiri kemiskinan. Hal itu disampaikan pada acara Penyatuan Visi Bersama menuju Indonesia Maju 2030 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa 13 November 2012.
Dalam sambutannya pada acara bertema Ekonomi Indonesia, Sebuah Manifesto Pembangunan Ekonomi Abad 21 tersebut, Presiden SBY mengatakan ada 3 pertanyaan kunci untuk melihat bagaimana perekonomian Indonesia. Pertama, mengapa peran ekonomi penting dan untuk siapa ekonomi itu. Kedua, ekonomi seperti apa yang Indonesia pilih dan jalankan dewasa ini. Ketiga apa yang harus dilakukan Indonesia dalam menghadapi perekonomian global yang sering bergejolak.
Untuk menjawab ketiga pertanyaan itu, Presiden SBY mengajak semua pihak untuk menjalankan 3 agenda. Pertama, ekonomi sebagai jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pada agenda pertama ini terdapat 3 perspektif. Perspektif pertama adalah manusia dalam pembangunan diletakkan sebagai pusat. Bagaimana memenuhi kebutuhan manusia, meningkatkan taraf hidupnya, mengakhiri kemiskinan sehingga rakyat makin sejahtera. Bagi negara berkembang, tujuan pembangunan adalah to end poverty atau mengakhiri kemiskinan.
SBY melanjutkan, agenda kedua yaitu kehidupan masyarakat di sebuah negara hendaknya dalam kondisi aman, tertib, dan damai. Sedangkan agenda ketiga adalah menyelamatkan ekonomi dari gejolak dan krisis global.
Pada kesempatan itu Presiden SBY juga menjelaskan bahwa Visi ekonomi Indonesia pada tahun 2030 adalah Emerging Economy Indonesia berada di papan atas. Ekonomi kuat, serta berkeadilan dan ramah lingkungan. Menjadi produktif, inovatif, dan susitanable high-income economy. (azm/presidenri.go.id)
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Zelenskyy Lakukan Pembicaraan Melalui telepon dengan Karin Keller-Sutter
Dephan AS Umumkan Pemulangan Ridah Bin Saleh al-Yazidi dari Guantanamo ke Tunisia
Pemerintahan Biden Umumkan Bantuan Keamanan Tambahan untuk Ukraina









