Dianiaya Oknum Gurunya, Seorang Siswa Tak Bisa Masuk Sekolah

Mikhael mengangkat kaki kirinya yang terkilir karena dianiaya oknum gurunya (fo : heri setiawan)

Maiwanews.com, Tuban- Seorang guru seharusnya bisa memberikan tauladan yang baik dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap siswanya. Namun, itu yang mungkin kurang dipatuhi oleh seorang guru di Kabupaten Tuban. Hanya karena ada salah seorang siswa yang sering membuat gaduh di dalam kelas, seorang guru tersebut nekat menyiksa muridnya, hingga terjatuh dan tidak bisa masuk sekolah.

Adalah Michael Eka Juanda (13), siswa kelas 8 B, SMP Katholik Ronggolawe, Tuban, ini terpaksa tidak masuk sekolah, karena kaki kirinya terkilir saat menjalani hukuman fisik yang diberikan guru wali kelasnya.Kaki sebelah kanan anak pasangan Willy dan Yolanda tersebut mengalami cidera serius, sehingga harus diperban dan menjalani perawatan di rumah. “Sakit kalau dibuat jalan, jadi gak bisa masuk sekolah,’’ keluh Mike –panggilan akrab- Michael Eka Juanda, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di rumahnya.

Menurut  pengakuan Mike, kejadian berawal saat dirinya dan sejumlah siswa kelas 8 B lainnya, dianggap nakal karena sering berpindah pindah bangku, hingga menimbulkan kegaduhan. Karena dianggap mengganggu pelajaran, lanjut Mike, seluruh siswa yang berjumlah 19 murid pun dihukum oleh oknum guru wali kelasnya, Maria Magdalena.Semua siswa termasuk Michael, harus menjalani hukuman berat, berupa hukuman fisik.Kedua kaki siswa diikat ke bangku menggunakan tali sehingga tidak leluasa bergerak.”Setiap kali melanggar, selalu dikenakan hukuman fisik,’’ jelenterehnya.

Tragisnya, papar Mike, hukuman tersebut berlangsung selama satu minggu sejak senin pekan lalu.Puncaknya, saat digelar apel sekolah.Mike yang kedua kakinya masih terikat tali rafia, terjatuh saat hendak mengikuti apel sekolah.Kaki kanannya terkilir, sehingga harus menjalani perawatan.

Terkait peristiwa ini, Maria Magdalena, guru wali kelas 8 B, SMPK Ronggolawe Tuban, menyatakan hukuman terhadap para siswa sudah sesuai prosedur mengajar.Tindakannya tersebut dimaksudkan hanya untuk memberikan efek jera pada siswa, agar tidak terlalu nakal ketika mengikuti jam pelajaran.”Sudah kami berikan peringatan berkal-kali namun tidak digubris, akhirnya, kami berikan hukuman, agar jera,’’ terang Maria.

Sementara itu, terkait kejadian yang menimpa anaknya,Yolanda, mama atau orangtua Michael, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut.Pemberian hukuman, lanjut Yolanda, seharusnya tak harus dilakukan secara kasar dengan mengikat kaki.Menurutnya, hal itu justru akan membuat siswa merasa terintimidasi dan tidak nyaman melakukan aktivitas belajar.Parahnya lagi dapat membuat siswa cidera dan tidak masuk sekolah seperti yang menimpa anaknya.

“Kami hanya bisa berharap, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi pada anaknya dan siswa lain, serta guru hendaknya bisa memberikan hukuman terhadap siswanya yang sifatnya lebih mendidik,’’ pintanya. (heri setiawan)