Walhi Aceh: Selamatkan Sumber-Sumber Air

walhi mahasiswa masyarakat aceh tanam mangrovemaiwanews – WALHI Aceh menyerukan kepada segenap komponen masyarakat dan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah preventif dan proaktif untuk menyelamatkan sumber-sumber air sebagai sumber kehidupan masyarakat dan makhluk hidup lainnya. WALHI meminta digalang kekuatan bersama untuk penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup.

Seruan itu disampaikan dalam rangka memperingati Hari Air se-Dunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water ke-20 pada 22 Maret 2013. Peringatan ini ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat internasional akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Teuku Muhammad Zulfikar, di Banda Aceh 22 Maret 2013 mengatakan bahwa berdasarkan data Pusat data informasi Kementrian Kesehatan RI tahun 2013, sumberdaya air melimpah belum menjadi sahabat bagi sebagian besar rakyat Aceh. Tingkat akses rumah tangga di Aceh untuk air minum berkualitas hanya 62,90%, masih berada di bawah rata-rata nasional 67,50%.

“Dalam enam tahun terakhir sejak 2007 hingga 2012, rata-rata telah terjadi 975 kali banjir di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Bahkan hingga awal Februari 2013, WALHI Aceh mencatat telah terjadi lebih dari 9 kali banjir di Aceh. Dampaknya sangat jelas, korban jiwa, harta benda dan kehilangan sumber-sumber penghidupan tidak terkira jumlahnya”, kata TM Zulfikar.

Disampaikan juga bahwa banjir beberapa waktu terakhir ini kerap terjadi di banyak wilayah di Aceh. Bencana tersebut diyakini terjadi karena tingkat kerusakan wilayah hulu berbagai daerah aliran sungai di Provinsi Aceh semakin tinggi. Tanpa aksi nyata dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah setempat, diyakini berbagai bencana alam karena kerusakan lingkungan akan semakin sering terjadi di Aceh. (aso | Foto: WALHI, mahasiswa, dan masyarakat Aceh tanam mangrove oleh WALHI Aceh)