maiwanews-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di tanah air. Perusahaan persemenan terbesar di Asia Tenggara tersebut mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI). Pendirian sekolah tinggi tersebut dilakukan melalui Semen Gresik Foundation (SGF), sebuah lembaga nonprofit yang dibentuk perseroan untuk menangani sejumlah kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, sosial, dan pelayanan kesehatan. SGF sebelumnya sudah berpengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan unggulan, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK.
Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI) Dr Dwi Soetjipto, MM mengatakan, kehadiran STiMSI diharapkan bisa mencetak SDM-SDM unggul di bidang manajemen. STiMSI akan didesain menjadi pusat unggulan (center of excellence) pengembangan bisnis, mulai dari aspek konsep, teori sampai praktik bisnis. Sekolah tinggi ini digadang-gadang bisa menjadi salah satu sekolah manajemen terbaik di kawasan Asia Tenggara pada 2025.
”STiMSI siap menjadi kawah candradimuka bagi SDM-SDM unggul untuk menghimpun, mengonsolidasikan, dan mendayagunakan seluruh potensi agar bisa menghasilkan energi ilmu pengetahuan yang berkontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujar Dwi yang juga doktor manajemen lulusan Universitas Indonesia (UI) tersebut via siaran persnya, kemarin.
Dwi menuturkan, salah satu kekuatan utama dari STiMSI adalah komitmen kuat dari Semen Indonesia untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas. Dari sisi jaminan kualitas pembelajaran, SGF telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Para dosen ITS dan ITB akan mengajar di kampus STiMSI.
Adapun dari sisi sarana dan prasarana, lanjut Dwi, STiMSI menyiapkan gedung dan ruang kelas yang representatif. Sambungan internet nirkabel juga disediakan di kelas-kelas sehingga membantu mahasiswa untuk memperoleh akses informasi tanpa batas. Perpustakaan STiMSI menyediakan 80.000 judul buku dan berbagai macam jurnal dari lintas disiplin keilmuan. Buku dan jurnal tersebut akan terus diperbarui seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, terdapat laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium komputer, dan laboratorium manajemen rekayasa untuk menunjang aktivitas pembelajaran.
Tidak hanya kualitas pengajar dan sarana-prasarana yang ditonjolkan, papar Dwi, STiMSI mempunyai keunggulan yang tak dimiliki oleh sekolah tinggi serupa di Indonesia, yaitu keberadaan perusahaan di lingkungan Grup Semen Indonesia yang bisa dimanfaatkan sebagai ”laboratorium” bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi pengetahuan dan latihan aplikasi ilmu lintas disiplin. Ini sesuai dengan semangat learn to learn, learn to do, learn from the success yang dikembangkan STiMSI.
”Dunia perguruan tinggi adalah dunia intelektualitas dan penggemblengan kemampuan nalar. Namun, belajar tentu saja tidak hanya dilakukan di bangku kuliah. Sebagai corporate university dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, STiMSI akan menjadikan Semen Indonesia sebagai jembatan bagi intelektual-intelektual untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teori-teori yang ada ke dunia praksis, khususnya di industri persemenan,” jelas Dwi.
Menurut Dwi, dunia ilmu pengetahuan tak hanya harus memesona dengan teori-teori mengagumkan, tapi juga harus menggerakkan. SDM yang unggul tak hanya dituntut harus memiliki kemampuan intelektual, tapi juga menjadi organik dengan berkarya untuk memajukan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat.
“Karena itulah, setiap mata kuliah yang diajarkan di STiMSI diseimbangkan antara porsi teori dan praktik,. Mahasiswa dapat melakukan pembelajaran langsung (praktik) di salah satu perusahaan dalam naungan Semen Indonesia,” pungkasnya. (heri setiawan)
.










