maiwanews – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengumumkan dalam stasiun televisi pengusiran terhadap tiga orang diplomat Amerika Serikat 30 September 2013 dari Karakas dengan alasan telah melakukan sabotase dan bertujuan mengganggu stabilitas ngara. “Keluar dari Venezuela, gringo pulang”, kata Maduro sebagaimana dikutip PressTV.
Ketiga diplomat berkebangsaan Amerika Serikat diberikan waktu 48 jam untuk meninggalkan negara di kawasan Amerika Selatan tersebut. Batas waktu diberikan setelah Presiden Maduro memerintahkan menteri luar negeri Elias Jaua untuk mengawasi proses deportasi mereka.
Pengumuman oleh Presiden Maduro disampaikan saat berpidato di depan 200 tentara angkatan bersenjata nasional. Pemimpin Venezuela ini melanjutkan sikap anti-AS Hugo Chavez, dan sikap itu disenangi masyarakat Venezuela.
Presiden Maduro menyalahkan AS atas berbagai masalah di Venezuela, salah satunya kegagalan bidang kelistrikan, mengenai hal itu Maduro menyebut sebagai “kekuatan gelap imperialisme AS”. Presiden Venezuela juga menyalahkan AS atas kekurangan kebutuhan pokok. AS dituding melakukan perang ekonomi melawan sosialisme di Venezuela.
Pengusiran diplomat AS di Venezuela merupakan yang terbaru dari serangkaian friksi politik antara Karakas dengan Washington. Beberapa kritikus nemulai keputusan Maduro akan mempolarisasi politik di Venezuela, pengikut Maduro setuju dengan dia dalam melindungi kepentingan nasional. (R18 | PressTV)









