Jakarta – PT Telkom Indonesia berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 11,3 triliun selama 2009. Perolehan laba itu meningkat 6,7 persen dibanding periode sama pada 2008 yang mencapai Rp 10,6 triliun.
Dalam laporan kinerjanya, PT Telkom Indonesia mencatat pertumbuhan operasi yang signifikan pada jumlah pelanggan dan user layanan pita lebar, baik fixed maupun mobile, yaitu Speedy dan Flash. Keduanya mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 78 persen dan 709 persen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pendapatan operasi adalah pertumbuhan dari pendapatan selular yang mencapai 7,4 persen, dari Rp 25,3 triliun di tahun 2008 menjadi Rp 27,2 triliun pada tahun 2009.
“Sebagai hasil dari kinerja operasi yang terus bertumbuh, kinerja keuangan juga menunjukkan hasil yang positif. Pendapatan operasi perseroan mencapai Rp 64,6 triliun, atau tumbuh sebesar 6,4 persen dibandingkan pencapaian 2008, yakni Rp 60,7 triliun,” ujar Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication Telkom, dalam keterangan laporan keuangannya Jumat 9 April 2010.
“Pertumbuhan pendapatan selular ini sejalan dengan pertumbuhan pelanggan selular yang mencapai 25 persen, yakni menjadi 81,6 juta pelanggan pada tahun 2009,” lanjut Eddy Kurnia.
Sementara untuk layanan telepon tetap dan selular, Telkom masih menempati posisi sebagai market leader dengan jumlah total pelanggan mencapai 105,1 juta pelanggan. Total pelanggan tersebut masing-masing terdiri dari 23,5 juta pelanggan telepon tetap dan 81,6 juta pelanggan telepon selular.
Dari total pelanggan telepon tetap sebesar 23,5 juta tersebut, 15,1 juta pelanggan di antaranya adalah pelanggan Flexi.
Pertumbuhan pelanggan Flexi dan selular ditunjang oleh pertumbuhan total BTS, yang mencapai 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni menjadi 36.535 unit, dimana 30.992 unit di antaranya merupakan BTS selular (Telkomsel).
Dalam rangka mendorong pertumbuhan BTS ini, Telkom telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 19,2 triliun selama tahun 2009. Di tahun 2010, Telkom akan mengalokasikan belanja modal lebih dari Rp 20 triliun dengan porsi Telkomsel mencapai kisaran 70 persen.









