maiwanews – Upaya peningkatan kekuatan tempur TNI terus dilakukan pemerintah dengan membeli sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) untuk ketiga matra. Di sektor pertahanan laut, TNI kini memiliki 4 kapal perang (KRI) jenis Landing Platform Dock (LPD) atau kapal Bantu Angkut Personel (BAP).
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro mengatakan, keempat KRI jenis LPD itu selalu siap dalam mendukung segala operasi khususnya operasi militer selain perang, seperti bakti sosial, angkut pasukan/personel, dan sangat efektif sekali untuk operasi-operasi kegiatan bencana alam.
Hal itu diungkapkan Purnomo Yusgiantoro dalam upacara pengukuhan KRI Banda Aceh-593 (salah satu dari empat KRI jenis LPD yang dimiliki TNI-AL) yang dilaksanakan di dermaga Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Banda Aceh, Senin (11/11).
“KRI Banda Aceh 593 (dan 3 KRI jenis LPD lainnya) mampu bergerak mobile di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kapan pun NKRI membutuhkan, KRI ini akan selalu siap bergerak diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Purnomo.
Dalam acara pengukuhan ini, Menhan didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, dan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Dr. Zaini Abdullah .
KRI Banda Aceh-593 merupakan salah satu dari empat kapal LPD yang dipesan TNI Angkatan Laut. Dua unit kapal dikerjakan di Korea Selatan yaitu KRI Makasar-590 dan KRI Surabaya-591, sedangkan dua unit lainnya yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593 dikerjakan di galangan kapal PT PAL Surabaya dengan menerapkan prinsip transfer of technology (TOT).
Serupa dengan kapal jenis LPD lainnya, KRI Banda Aceh-593 selain fungsi utamanya untuk operasi militer selain perang, juga berfungsi untuk memobilisasi pasukan dan mampu menampung lima helikopter, tiga helikopter di dek, dan dua helikopter di dalam hanggar. Kapal ini juga dirancang mampu mengangkut 22 tank, dapat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank, 560 pasukan, dan 126 awak.
KRI Banda Aceh 593 yang memiliki dimensi 125 meter x 22 meter dan dikomandani Letkol Laut (P) Yana Hardiyana ini, memiliki berat 7.300 ton, mampu melaju maksimal hingga kecepatan 15,4 knot, serta diperlengkapi dua unit Landing Craft Vehicles.
Sebagai kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Banda Aceh-593 juga dipersenjatai dengan satu unit meriam kaliber 57 mm, dan dua unit meriam kaliber 40 mm.
Pemkot Makassar, Berkomitmen Bangun Dermaga & Hadirkan 2 Kapal Penyeberangan di Pulau
Kasal TNI AL tinjau Program Ketahanan Pangan di Takallar
Rusia-Qatar Perkuat Kemitraan Strategis Lewat Pertemuan di Moskow
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia
Gedung Putih Sebut Houthi Serang Kapal Perang AS Sebanyak 174 Kali









