maiwanews – Dalam kondisi hancur setelah bencana Topan Haiyan yang meninggalkan ribuan korban jiwa, banyak orang mengungsi, dan para korban yang masih hidup berjuang untuk bertahan hidup di tengah kelaparan, kehancuran, kekacauan, dan penjarahan, pemerintah Filipina mengumumkan keadaan bencana nasional untuk membantu memulihkan keadaaan negara yang terguncang.
Dalam pidato di televisi hari Senin, Presiden Benigno Aquino mengatakan “Kami menyatakan negara dalam keadaan bencana nasional untuk mempercepat tindakan pemerintah untuk melakukan tindakan penyelamatan, memberikan bantuan dan rehabilitasi propinsi yang terkena dampak Haiyan”.
Deklarasi keadaan darurat juga untuk membantu pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok. Aquino meminta warga untuk sabar menunggu bantuan. Aquino mengatakan bantuan akan segera datang dalam beberapa hari.
“Tingkat kehancuran membawa kita kembali ke situasi di mana informasi disampaikan dari satu orang ke orang lainnya. Tidak ada televisi, radio, dan internet”, kata Aquino. Ia berpesan kepada semua pihak untuk tetap tenang, berdoa, dan saling menolong satu sama lain. Semua itu akan membantu dalam menghadapi tantangan akibat bencana Topan Haiyan.
3 hari setelah badai topan melanda daratan Filipina, pihak berwenang berjuang mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh salah satu topan terkuat. 41 dari 80 propinsi terkena dampak Topan Haiyan. Diperkirakan 10.000 orang tewas di Tacloban, kota itu porak poranda dilanda badai. Diratakan oleh gelombang besar, dan dibuat babak belur oleh angin dengan kecepatan 235 mil per jam.
Tacloban dipenuhi oleh mayat korban, sebagian ditutupi dengan terpal, lainnya dibiarkan dalam keadaan terbuka dengan wajah yang menampakkan ketakutan. PBB mengatakan pihak berwenang di Tacloban melihat adanya kuburan massal dengan 300 hingga 500 mayat di dalamnya. Pekerja khawatir air tanah mungkin telah terkontaminasi oleh bangkai, dan muncul ketakutan terkait krisis kesehatan.
Kota dicengkeram oleh maraknya penjarahan, pihak berwenang mengirim bantuan aparat polisi dan militer untuk memulihkan ketertiban. Sebuah laporan menyebutkan serangan dilakukan terhadap truk Palang Merah Filipina yang membawa peralatan medis menuju kota. Pemerintah mengatakan pihaknya tidak akan ragu mengirim tambahan petugas polisi jika diperlukan. Penduduk setempat dilaporkan membentuk milisi dan berjanji akan menembak penjarah demi melindungi harta benda mereka.
Sejauh ini Tacloban mengandalkan suplai kebutuhan dan evakuasi warga kepada tiga peralatan transportasi militer, alat transportasi itu adalah pesawat yang terbang dekat Cebu. Aquino mengatakan 24.000 paket makanan keluarga telah didistribusikan di Tacloban pada hari Minggu, sementara 18,7 miliar Peso (430 juta USD) telah disisihkan dari dana bencana, dana kontingensi, dan tabungan. Dana tersebut akan dialokasikan untuk daerah-daerah yang terkena Haiyan.
Presiden Aquino mengatakan 21 negara telah mengirimkan bantuan, termasuk Indonesia, Inggris, Jepang, Singapura, Selandia Baru, Hongaria, Amerika Serikat, dan Rusia. Amerika Serikat mengirimkan kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington, membawa 5.000 pelaut dan lebih dari 80 pesawat. Sementara Rusia mengirimkan rumah sakit bergerak dan pekerja penyelamat. (R21/RT | Foto: PressTV)
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
AS dan Filipina Gelar Dialog Kebijakan Energi Tahunan ke-2
Erdogan: Hakikat Republik Kita adalah Persaudaraan
Kanwil Kemenkumham Jatim Gelar Sosialisasi Anti Perundungan









