Goa Lawa di Tuban Terancam Punah

GOA NGERONG
GOA NGERONG

TUBAN – Jutaan ekor kelelawar yang menghuni sejumlah goa batuan kapur di wilayah Kabupaten Tuban terancam punah. Punahnya spesies pemakan serangga dan buah ini, akibat maraknya penambangan batu kapur dan phospat secara liar dan berijin di wilayah sekitarnya.

Di samping memunahkan habitat kelelawar dan binatang malam lainnya, praktik penambangan tersebut sudah merusak lingkungan secara besar-besaran. Bahkan, kondisi lingkungan yang rusak tersebut berada di kawasan kars kelas I dan II di wilayah Tuban.

Rusaknya ekosistem dan lingkungan goa, diantaranya, bisa ditemukan di Goa Lawa di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak dan Goa Ngerong, Desa Rengel, Kecamatan Rengel. Kerusakan lingkungan goa ini, terjadi setelah di sekitarnya terdapat eksploitasi batu kapur besar-besaran.

Di sekitar Goa Lawa Temandang, sejak kisaran 1993-an telah terjadi penambangan batu kapur oleh PT Semen Gresik Tbk (PT SG). Bahkan kini lokasi tambangnya sudah melebar dan berada beberapa meter dari mulut goa.

Selain itu, beroperasinya pabrik semen yang acapkali mengeluarkan asap dan debu, sangat berpengaruh terhadap kelelawar yang ke luar goa mencari makan. Ini belum termasuk indikasi rusaknya goa yang masuk wilayah kars kelas I dan kelas II, di wilayah tersebut.

Sementara di Goa Ngerong, aktivitas penambangan batu kapur meskipun berada bebeapa meter dari mulut goa sangat bepengaruh terhadap ekosistem goa. Apalagi, di kawasan itu tanaman penghasil buah dan di sekitar goa juga sudah ditebangi warga untuk penambangan batu kumbung.

Tragisnya lagi, sekitar 5 Km arah barat selatan dari mulut goa beroperasi sumur minyak Joint Operating Body Pertamina Petrochina Est Java (JOB PPEJ) di Desa Rahayu, Kecamatan Soko. Kobaran api dan asap dari pembakaran gas H2S ini, juga berpengaruh terhadap kehidupan kelelawar.

Sejumlah aktivis lingkungan di Tuban menyatakan, ada sedikitnya dua juta kelelawar yang menghuni Goa Ngerong, Rengel, bakal meninggalkan goa karena kondisi lingkungan goa rusak. Akibat maraknya penambangan batu kapur secara liar besar-besaran di sekitar goa.

Selain itu, beroperasinya JOB PPEJ berpengaruh terhadap arah kelelawar mencari makanan. Padahal kecenderungan kelelawar mencari makanan adalah di lokasi-lokasi yang gelap. JOB PPEJ mengeluarkan api dan asap, selama 24 jam sehingga kelelawar tak berani terbang ke arah itu.

“Penambangan dan pengerusakan kawasan kars atau pegunungan kapur sangat berpengaruh terhadap rusaknya lingkungan. Ini berdampak dengan berpindahnya kelelawar ke lokasi lain yang dapat memenuhi kebutuhan makanan mereka,” kata Moh Masduki, aktivis lingkungan dari Cagar Tuban, Senin (12/4).

Dia tambahkan, eksploitasi tambang batu kapur PT SG di sekitar Goa Lawa Temandang, telah merusak lingkungan. Apalagi di kawasan goa tersebut termasuk wilayah kars kelas I dan kawasan sekitarnya beada di wilayah kars kelas II.

“Ini sebuah kesalahan yang fatal, karena kawasan kars adalah wilayah yang dilindungi undang-undang,” tegas Masduki.

Dia katakan, tak hanya Goa Lawa di Temandang yang terancam punah spesies kelelawarnya. Namun, sejumlah goa lain juga sudah rusak ekosistemnya karena di sekitarnya terjadi penambangan batu kapur, phospat dan batuan lain yang dilakukan secara ilegal dan berijin.