maiwanews – Meskipun aktivitas vulkanik menunjukkan penurunan pasca erupsi pada Kamis (13/2/2014) malam WIB, status Gunung Kelud tetap awas atau level IV dan radius 10 kilometer harus kosong.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak erupsi Gunung Kelud dilaporkan 2 orang meninggal dan 100.248 jiwa mengungsi.
Korban meninggal adalah Sail (60 th, L) warga RT 12/04 Dsn Ngutut, Desa Pandansari, Kec. Ngantang. Kab Malang yang meninggal di bawah meja karena atap rumahnya roboh dan Pontini (65 th, P), warga Dsn Plumbang, Desa Pandansari, Kec Ngantang, Kab Malang yang meninggal karena tertimpa tembok yang roboh setelah menahan beban pasir di bagian atap rumah.
“Korban meninggal dunia bukan akibat dampak langsung dari erupsi, tetapi karena kecelakaan (musibah) atau dampak lain dari erupsi,” kata Kepala BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (14/2/2014).
Sementara warga yang mengungsi menurut Sutopo, tersebar di sejumlah titik masing-masing di Kab. Kediri 66. 319 orang di 205 titik, Kab. Blitar 28.970 org di 63 titik, Kab. Tulungagung 1.349 di 11 titik, dan Kab Malang 3.610 org di 14 titik.
Sutopo juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa akan ada letusan besar diikuti awan panas, banjir lahar dingin dan gempa besar. Menurutnya, berita itu Hoax.
.









