maiwanews – Calon presiden (capres) Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa kampanye hitam yang dilakukan tabloid Obor Rakyat menurunkan elektabilitas atau keterpilihan dirinya di sejumlah daerah.
Namun menurut capres yang maju berpasangan dengan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla atau JK ini, sebagian besar masyarakat yang terpengaruh dengan adanya kampanye hitam itu hanyalah dari kalangan masyarakat kelas bawah.
Jokowi menjelaskan, kebanyakan dari masyarakat kelas bawah menyerap langsung semua informasi tanpa memilih mana informasi yang benar dan mana yang salah. “Kalau untuk menengah atas bisa membedakan mana tulisan benar dan tidak benar,” kata Jokowi di Karawang, Jawa Barat, Selasa, (17/7/2014).
Di antara daerah yang diakui terpengaruh dengan kampanye hitam tabloid Obor Rakyat diantaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
Seperti diberitakan, tabloid Obor Rakyat yang beredar di beberapa pesantren di Jawa Barat dan Jawa Tengah, menyebutkan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan ‘Partai Salib’.
Bahkan tabloid yang dipimpin oleh salah satu asisten Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah dan Komisaris di perusahaan BUMN, PTPN VIII, Setiyardi Budiono itu menyebutkan bahwa huruf H pada nama tertera depan nama Joko Widodo bukan ‘Haji’ tetapi Herbertus.
Baik Joko Widodo maupun PDI Perjuangan sudah membantah tudingan tersebut. Melalui tim pengacaranya, pihak Jokowi telah melaporkan Obor Rakyat ke polisi untuk diproses secara hukum.









